Home / EKOBIS / Bulog Siapkan 100.000 Ton Pagu Beras Rastra
BERAS RASTRA - Bulog Divre Sulsel, melansir pagu beras keluarga sejahtera (Rastra) Sulsel untuk 2016 mencapai 100 ribu ton.

Bulog Siapkan 100.000 Ton Pagu Beras Rastra

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – Kepala Bidang Pelayanan Publik Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sulsel, Muh Said Akbar, mengungkapkan, pagu beras keluarga sejahtera (Rastra) Sulsel untuk 2016 mencapai 100 ribu ton.

Di sela Rapat Sosialisasi Regional Kebijakan Program Raskin 2016 untuk wilayah Indonesia timur di Makassar, Senin, (28/3), ia menjelaskan telah menyiapkan100 ribu ton beras untuk Rastra.

Menurutnya, pagu ini sama dengan pagu 2015 lalu. Secara nasional, ada rencana untuk meningkatkan jumlah KK penerima Rastra, dari 15,5 juta menjadi sekitar 18 juta penerima Rastra, jelas Said.

Untuk Sulsel, pihaknya masih menunggu data dari Kementerian Sosial (Kemensos). “Mungkin April mendatang datanya sudah ada,” bebernya.

Said memaparkan, realisasi penyaluran Rastra untuk Sulsel pada 2015, telah mencapai 100 persen. Penyaluran akan dilakukan setiap bulan, akan tetapi beberapa kabupaten meminta penyaluran dua hingga tiga bulan, mengingat kondisi geografis yang menyulitkan pendistribusian.

Baca Juga:   PT Imza Rusli Jaya, Terangi Indonesia Timur, Lewat Program Indonesia Terang

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Numang yang hadir dalam kesempatan tersebut, mengatakan optimis penyaluran beras Rastra di Sulsel akan berjalan lancar.

Pasalnya, di wilayah ini telah terbentuk Tim Koordinasi Penyaluran, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten agar bisa terealisasi dengan baik. “Tahun lalu, realisasi kami (Sulsel) mencapai 100 persen. Tidak semua provinsi dapat mencapai seperti itu,” imbuhnya.

Agus berharap, data yang digunakan benar-benar valid sehingga pihaknya dapat mendistribusikan tetap sasaran.

Komentar

Check Also

Pertamina Proaktif Urai Antrian BBM di SPBU Wilayah Sulawesi

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – PT Pertamina (Persero) melakukan tindakan Proaktif untuk mengurai antrian kendaraan bermotor yang belakangan terjadi …