Home / BUDAYA / Cheongsam, Tren Fashion Dunia yang Disukai Desainer Eropa
QIPAO MODERN - Olivia Lazuardy, personal style and fashion influencer, tengah mengenakan Qipao modern.

Cheongsam, Tren Fashion Dunia yang Disukai Desainer Eropa

MEDIAWARTA.COM – Cheongsam yang kental corak dan aksen tradisional Tiongkok, kian berkembang menjadi salah satu tren busana resmi internasional. Saat ini, desainer top dunia, terutama asal Eropa, kerap merancang busana ketat yang meliuk membungkus tubuh wanita sampai ke tungkai kaki ini dalam acara-acara fashion internasional mereka.

Sejatinya, Cheongsam termasuk busana yang sederhana. Hal tersebut lantaran Cheongsam termasuk busana yang mudah dan nyaman dikenakan, begitu pula dengan pembuatannya. Apalagi, model pakaian Cheongsam sangat cocok terhadap bentuk tubuh wanita Tionghoa dengan leher jenjang.

Ciri khas busana ini berleher lengkung tertutup, lengan baju bisa pendek, sedang, atau panjang, tergantung musim dan selera. Memiliki kancing di sisi kanan, bagian dada longgar selayak dipinggang dan dibelah dari sisi, yang semakin menonjolkan kecantikan wanita yang mengenakannya.

Cheongsam tidak terlalu rumit dibuat lantaran tidak memiliki banyak perlengkapan seperti sabuk atau selendang. Kelebihan lain, Cheongsam dapat dibuat dari berbagai bahan seperti katun, brokat, dan satin. Bahan gaun tersebut akan membuat pakaian tradisional Tiongkok ini tampak mewah dan menawan.

Untuk acara santai dan tidak resmi, biasanya digunakan bahan dari katun, sementara untuk acara yang agak formal digunakan bahan dari satin.

Adapun warna Cheongsam pada umumnya merah, warna ini dipercaya memiliki unsur keberuntungan dan kesejahteraan dalam masyarakat Tionghoa zaman dulu. Namun, saat ini warna Cheongsam sudah beragam, tergantung motif yang dirancang desainernya. Beberapa warna yang sering dipakai adalah hitam, biru, ungu, merah jambu, dan putih.

Selain warna, Cheongsam juga memiliki motif. Motif yang biasa dipakai merupakan simbol yang dipercaya dapat membawa peruntungan tersendiri bagi pemakainya. Penggunaan motif bunga seperti Peony diartikan sebagai lambang kemakmuran dan kesejahteraan, Lotus diartikan sebagai lambang kecantikan, Naga diartikan sebagai lambang kekuatan, dan Ikan diartikan sebagai lambang keberuntungan.

Busana ini memiliki keragaman panjang, dapat digunakan secara santai atau resmi. Juga menampilkan kesederhanaan, keanggunan, kemewahan, dan kerapian. Sehingga, tidak mengherankan banyak disukai wanita, tak hanya di Tiongkok namun juga di negara-negara lain.

Komentar

Check Also

Ini uang panai orang Tionghoa

MEDIAWARTA.COM – Ini uang panai orang Tionghoa. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, …