Home / EKOBIS / Rampungkan Rencana Penerbitan Obligasi, Pelindo 4 Siap Ekspansi ke Pasar Modal

Rampungkan Rencana Penerbitan Obligasi, Pelindo 4 Siap Ekspansi ke Pasar Modal

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 4 merampungkan rencana penerbitan obligasi yang dijadwalkan terealisasi pada semester pertama tahun ini. Direktur Keuangan Pelindo 4, Budi Revianto, mengatakan, kajian penerbitan surat utang tersebut telah dilakukan perseroan sejak dua tahun lalu. Tujuannya tidak lain untuk memperkuat pengembangan pelabuhan kelolaan di kawasan timur Indonesia (KTI).

Menurutnya, nilai emisi obligasi telah disesuaikan dengan estimasi kebutuhan pendanaan proyek pengembangan pelabuhan kelolaan, serta kucuran Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diterima perseroan.

“Untuk tahap awal sebesar Rp 3 triliun. Saat ini kami tengah menggodok prospektus obligasi,” terangnya di kantornya, Jalan Soekarno-Hatta, Makassar, Senin (14/3).

Sejauh ini, Pelindo 4 telah mengantongi peringkat id AA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan prospek stabil. Adapun rencana penggunaan dana dari emisi obligasi, juga bakal digunakan untuk revitalisasi pelabuhan yang akan menjadi hub. Hub tersebut di antaranya pelabuhan di Sorong, Makassar, dan Bitung.

Baca Juga:   Pertamina Gelar Ewako Day Dipuncak HUT ke-62

Penerbitan obligasi, juga merupakan salah satu alternatif sumber pendanaan perseroan untuk mendukung akselerasi pengembangan pelabuhan kelolaan Pelindo 4.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Makassar, Fahmin Amirullah, menambahkan, rencana penerbitan obligasi oleh Pelindo 4, diproyeksi akan lebih menggairahkan pemanfaatan jalur pasar modal di Sulsel.

“Kami berharap, perusahaan lain bisa ikut menggunakan alternatif pendanaan ekspansi usahanya lewat jalur pasar modal, baik melalui obligasi, maupun initial public offering (IPO) saham,” imbuhnya

Komentar

Check Also

Pertamina Proaktif Urai Antrian BBM di SPBU Wilayah Sulawesi

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – PT Pertamina (Persero) melakukan tindakan Proaktif untuk mengurai antrian kendaraan bermotor yang belakangan terjadi …