AL Asryh Optimis Rebut Pasar Karpet di Makassar

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – Setahun terakhir bisnis karpet di kota Makassar bertumbuh pesat. Ini terbukti dengan semakin banyak pelaku bisnis yang melirik segmen tersebut.

Meskipun banyak pesaing dari luar Sulawesi Selatan, Al-Asryh tetap optimis bisa menjadi pemimpin dalam penjualan karpet di kota Makassar. Hal tersebut disampaikan Owner Al-Asryh, Hasrianto, saat melakukan ceremony grand opening tokonya di Jalan Sungai Saddang Baru, kemarin (7/4/2016).

Toko tersebut dibuka, seiring permintaan karpet untuk keperluan properti di kota Makassar terus meningkat setiap tahun. “Untuk membuka toko karpet, nilai investasi yang kami keluarkan mencapai Rp 1 miliar,” ungkap Hasrianto.

Al Ashry hadir menawarkan karpet impor langsung dari negera-negara timur tengah, seperti Turki, Iran dan Kashmir. Jenisnya pun bermacam-macam, seperti royal tabris, segi katun, segi eropa dan silk road.

Baca Juga:   Pertamina MOR VII Terapkan Work From Home Untuk Cegah Penyebaran Virus Corona

Dari segi harga, karpet Al Ashry dibanderol mulai Rp 900 ribu hingga Rp 25 juta. Selain karpet yang dicetak menggunakan mesin, di toko ini juga dijual karpet buatan tangan atau handmade impor. Khusus karpet handmade impor, kisaran harganya Rp 25 juta ke atas,” ungkapnya.

Selama masa promosi grand opening, Al Ashry memberi diskon hingga 30 persen untuk pembelian semua jenis karpet.

Komentar

Check Also

Setiap Hari Hotel Claro Berbagi Makanan Gratis

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – Program CSR Hotel Claro Makassar yang bernama “CSR Claro Peduli” yang dimulai …

Share This
Mediawarta