Home / BUDAYA / Asal Mula Nama Sulawesi

Asal Mula Nama Sulawesi

MEDIAWARTA.COM – Asal mula nama Sulawesi berawal ketika bangsa Eropa berlayar ke tanah Sulawesi, dan seorang berambut merah (bangsa Eropa), turun dari kapal layarnya dan bertanya kepada seseorang penduduk, apa nama tempat atau wilayah ini.

Karena si penduduk tidak tahu apa arti atau maksud  dari pertanyaan dari sang bangsa Eropa, maka diartikan lah secara sepihak bahwa si orang berambut merah bertanya, apa yang dia pegang. Kemudian si penduduk menyahut ini adalah engsel besi. Sejak saat itu bangsa Eropa mulai menamai tempat tersebut Celebes.

Makna lain dari Celebes atau sele’ bessi sendiri sebenarnya berarti badik besi, yang merupakan senjata tradisional orang Sulawesi.

Nama Sulawesi diperkirakan berasal dari kata dalam bahasa di Sulawesi Tengah, yaitu sula yang berarti nusa (pulau), dan kata mesi yang berarti besi (logam), yang mungkin merujuk pada praktik perdagangan bijih besi, hasil produksi tambang yang terdapat di sekitar Danau Matano, Sorowako, Luwu Timur.

Sedangkan orang Portugis yang datang sekitar abad 14 – 15 Masehi merupakan bangsa asing pertama yang menggunakan nama Celebes, untuk menyebut pulau Sulawesi secara keseluruhan.

Salah satu ekspedisi ilmiah oleh Alfred Russel Wallace menyatakan bahwa satu garis pembatas flora dan fauna indonesia. Juga pada Ekspedsi Snellius yang mempelajari penampakan permukaan bawah laut, mulai dari Sulawesi sampai Maluku. Pada zaman tersebut masih menggunakan nama Celebes. Menariknya, karena masyarakat waktu itu belum menyadari untuk memberi nama pada wilayah atau tempat yang ditinggalinya. Sehingga untuk hal ini celebes menjadi eksonim untuk pulau berbentuk huruf K ini.

Pada lambang daerah Sulawesi Selatan terdapat suatu simbol atau semboyan berupa kata, yang berbunyi “Kualleangi tallang na towaliya” yang artinya “Sekali layar terkembang pantang biduk surut ke pantai”

Semboyan ini juga sekarang digunakan oleh Kabupaten Pangkep (Pangkajene & Kepulauan). Namun sebenarnya jika diartikan lebih mendalam, dan sesuai dengan bahasa Makassar, semboyan “Kualeang Tallang Natowaliya” sebenarnya berarti “Lebih baik Tenggelam daripada harus kembali lagi ke Pantai”.

Nah, inilah semboyan yang membuat suku Bugis – Makassar kukuh keras, dan menjadi benteng semangat para bangsa Celebes, sejak era klasik terdahulu hingga sekarang.

 

Komentar

Check Also

Ini uang panai orang Tionghoa

MEDIAWARTA.COM – Ini uang panai orang Tionghoa. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, …