Home / NEWS / Kapan Bumi Kiamat?

Kapan Bumi Kiamat?

MEDIAWARTA.COM – Saat ini manusia bisa hidup karena berada di tengah galaksi. Di sini, posisi bumi terletak ideal pada tata surya yang tepat. Para astronom menyebutnya Golden Time atau waktu emas untuk manusia hidup.

Jika bumi terlalu ke dalam, maka yang terlihat akan lebih banyak bintang besar, bahkan sangat besar. Tetapi, manusia mungkin tidak hidup terlalu lama bila bumi berada terlalu ke tengah galaksi. Pasalnya, semakin ke tengah ukuran bintang semakin besar dan semakin banyak jumlahnya.

Seandainya tata surya kita berada lebih ke dalam, maka radiasi termasuk pancaran panas dari bintang, akan jauh lebih masif. Ini karena di sana jauh lebih besar, mungkin matahari sekarang ukurannya tidak sekecil seperti yang ada saat ini.

Manusia beruntung tidak tinggal lebih ke tengah lingkaran, karena bintang yang berada di tengah lingkaran memiliki ukuran amat besar dan lebih panas. Semakin besar ukuran bintang, semakin pendek umurnya. Bila bumi berada di sana, umur kehidupan bumi akan berlangsung lebih singkat. Karena seiring waktu, pada suatu saat bintang kehabisan gas yang harus dibakar lebih banyak, akhirnya bintang lebih cepat meledak lalu mati. Artinya, kita juga kiamat karena tidak ada matahari lagi.

Baca Juga:   IM3 OOREDOO KAMPANYEKAN GENERASI MUDA CIPTAKAN KONTEN DIGITAL

Mengapa bintang dengan ukuran besar cepat mati? Seperti mobil memerlukan tangki bahan bakar, bila mesin terlalu besar maka bahan bakar yang diperlukan semakin banyak dikonsumsi. Bintang-bintang berukuran besar juga lebih banyak membakar bahan bakar.

Bintang adalah sebuah bola gas sangat besar. Setelah gas habis, bintang akan meledak menjadi supernova. Dampaknya, proses tersebut dapat memusnakan semua planet di dekatnya. Lalu bintang akan menciut menjadi bintang White Dwarft (bintang kerdil) atau bintang Neutron, bahkan membentuk Black Hole kecil.

Seandainya berubah menjadi  bintang Neutron, bintang ini akan memancarkan radiasi sinar berbahaya. Jika bintang berukuran sangat besar, potensinya dapat menjadi Black Hole.

Seandainya planet bumi terus terpapar radiasi bintang seperti itu, tidak mungkin mahkluk bisa hidup. Bila bintang tidak bercahaya lagi, tentu tumbuhan tidak bisa berkembang. Mengambil istilah kehidupan, semuanya akan tamat bila tidak ada bintang.

Komentar

Check Also

Bakal Calon Wali Kota Makassar, Ismak Bahas Isu Lingkungan

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – Bakal calon Wali Kota Makassar Muh Ismak, hadir dalam diskusi bertema “Ngobrol …