Home / KESEHATAN / Ketahui kapan terjadi Ovulasi terjadi dengan hitungan kalender

Ketahui kapan terjadi Ovulasi terjadi dengan hitungan kalender

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – Kalbe bersama Prenagen memberikan edukasi kepada ibu yang dalam keondisi prahamil, dalam kehamilan, dan ketika menyusui anak. Event ini diselenggarakan di Ballroom Phinisi, Lt 2 Hotel Grand Clarion, Jalan AP Pettarani, Makassar, Minggu (22/5/2016).

Dengan menghadirkan dokter-dokter yang tentu ahli pada bidangnya, calon ibu dan ibu yang hadir mendapatkan tips dalam menyambut bayi yang sehat maupun merawat anak hingga tumbuh dewasa.

Menurut Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan, Dr dr Hj Isharyah Sunarno, dalam pra kehamilan akan terjadi ovulasi. Ovulasi merupakan proses ketika sel telur dikeluarkan dari folikel yang sudah matang ke tuba falopi untuk dibuahi.

“Jika ibu dan pasangan sedang dalam rencana memiliki momongan, tentu akan bermanfaat untuk memahami kapan ovulasi terjadi, serta tanda-tanda yang muncul ketika sedang mengalami ovulasi, tetapi kapan ovulasi terjadi itu tidak ada yg tahu. Hanya, bisa diprediksi kapan ovulasi pada perempuan terjadi,” katanya, ketika memberikan materi tentang pra kehamilan.

Dokter yang akrab disapa Ai, menerangkan terdapat sekitar 15-20 sel telur matang dalam ovarium seorang wanita. Telur yang paling matang kemudian akan dikeluarkan dan masuk ke dalam tuba falopi. Tuba falopi tersebutlah yang kemudian akan membawa telur ke rahim. Agar terjadi kehamilan, salah satu sel telur dan sperma harus bertemu di dalam tuba falopi.

“Beberapa wanita berpikir, masa ovulasi mereka adalah pada hari ke-14, sebenarnya masa ovulasi pada setiap wanita bisa berbeda-beda bergantung siklus menstruasi,” imbuhnya.

Menurut Ai, siklus menstruasi setiap wanita berbeda-beda, secara normal berkisar 25-36 hari dengan rata-rata siklus 28 hari. Sehingga, hari ke-14 bisa memungkinkan menjadi hari ketika seorang wanita mengalami ovulasi jika siklus menstruasi adalah 28 hari.

“Selain itu, siklus menstruasi dari bulan ke bulan juga bisa berubah. Misalnya, karena ada perubahan pada pola makan, tingkat stres, atau aktivitas seorang wanita,” lanjutnya.

Namun, ketika wanita memiliki siklus menstruasi yang teratur, maka ia dapat memprediksikan kapan ovulasi itu terjadi dengan melakukan perhitungan kalender.

“Caranya, dengan menghitung ke belakang. Perkirakan, kira-kira kapan hari pertama menstruasi akan terjadi. Kemudian, hitung mundur 12 hari dan kurangi empat lagi, kalau seperti itu kemungkinan seseorang mengalami ovulasi selama kisaran lima hari dari hari tersebut,” tuturnya.

Nisa Nasifah/Foto: Nisa Nasifah

Komentar

Check Also

Waspada akan serangan penyakit Alzheimer

MEDIAWARTA.COM, JAKARTA  – Demensia, gangguan pada otak yang menyebabkan penurunan daya ingat hingga kemampuan mental, …