Home / EKOBIS / Mainan Lokal Tak Kalah Pamor Mainan dari Tiongkok

Mainan Lokal Tak Kalah Pamor Mainan dari Tiongkok

MEDIAWARATA.COM, MAKASSAR – Sebagai salah satu pemain besar mainan anak, pemilik Star Toys, Jeffry Lewa yang juga menggeluti usaha alat tulis kantor (ATK) ini sudah mendistribusikan komoditas mainannya di hampir semua kabupaten yang ada di Sulsel, di antaranya Bone, Maros, Pangkep, Palopo, Parepare, dan lain-lain. Diakui, segmentasi jualannya adalah menengah ke bawah dengan konsumen anak-anak hingga remaja.

“Selain Makassar, pasar kami terbesar di Watampone (Bone). Seperti yang kita ketahui, masyarakat di pedesaan masih banyak yang belum bersentuhan dengan permainan elektronik (Playstation), sehingga masih banyak yang membeli mainan ‘reguler’ seperti yang kami jajakan, misalnya mobil-mobilan, boneka, pistol plastik, bola plastik atau karet, robot-robotan, dan lain-lain,” terangnya, saat ditemui belum lama ini di tokonya, Jalan Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Baca Juga:   Pertamina Proaktif Urai Antrian BBM di SPBU Wilayah Sulawesi

Jeffry menambahkan, produk jualannya masih didominasi dari “luar”. “Kebanyakan dari Tiongkok, sekitar 80 persen. Sisanya, produksi nasional. Tidak banyak, tetapi kualitasnya tidak kalah dengan produk dari Tiongkok,” paparnya.

Terkait minimnya mainan anak produksi dalam negeri, pria yang telah menggeluti bisnis di komoditas mainan anak sejak 2007 ini tak terlalu paham. Pasalnya, hal tersebut menyangkut regulasi pemerintah dengan pengekspor dari luar negeri. Hanya, produk-produk lokal yang beredar sudah melewati proses kompetisi dan dapat bersaing dari segi harga.

“Produk lokal yang kami jual adalah barang-barang yang berharga kompetitif, bahkan sebagian lebih murah dibandingkan barang impor karena tidak melalui proses bea impor,” tutupnya.

Effendy Wongso/Foto: Effendy Wongso

Komentar

Check Also

Pertamina Proaktif Urai Antrian BBM di SPBU Wilayah Sulawesi

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – PT Pertamina (Persero) melakukan tindakan Proaktif untuk mengurai antrian kendaraan bermotor yang belakangan terjadi …