Home / NEWS / Wali Kota Makassar Peringati Isra Mikraj Bersama Warga Sidrap
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto.

Wali Kota Makassar Peringati Isra Mikraj Bersama Warga Sidrap

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW bersama warga Sidrap yang tergabung dalam tiga organisasi kedaerahan, Ikatan Kerabat Masyarakat (IKM) Sidrap, Ikatan Sarjana Asal (ISA) Sidrap, dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia (IPMI) Sidrap di kediaman pribadi Wali Kota Makassar, Jalan Amirullah, Makassar, Sabtu (28/5/2016).

Di tengah warga Sidrap yang menghadiri peringatan Isra Mikraj, Danny, sapaan akrab Ramdhan, menyampaikan, peristiwa Isra Mikraj adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah umat Islam.

“Isra Mikraj merupakan dua bagian dari perjalanan yang dilakukan Rasulullah SAW dalam waktu satu malam,” terangnya.

Pada peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW menerima perintah mendirikan salat lima waktu sehari semalam. Dalam Isra, nabi Muhammad SAW “diberangkatkan” Allah SWT dari Masjidil Haram hingga ke Masjidil Aqsa.

Lalu dalam Mikraj, Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul-muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sinilah Rasulullah SAW mendapat perintah langsung dari Allah SWT, kewajiban untuk mendirikan salat lima waktu sehari semalam.

Baca Juga:   Telkomsel Resmikan Mini GraPARI di Makassar Sebagai Komitmen Pelayanan Konsumen

“Inilah yang membuat peristiwa Isra Mikraj itu memiliki makna yang sangat berharga bagi umat Islam,” ungkap Ramdhan.

Menurutnya, hikmah yang dapat diambil dari perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, khususnya dalam perintah mendirikan salat lima waktu, di antaranya kebersihan, kesucian (thaharah), menutup aurat, menghadap kiblat, dan patuh kepada imam dalam salat berjamaah.

Dengan ketentuan ini, berarti seorang Muslim sebaiknya loyal kepada pemimpin. Oleh karena itu, Ramdhan berharap warga Sidrap dapat  memberikan teladan bagi warga kota lainnya dalam menyukseskan program Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, dan menjalankannya demi kemajuan bersama.

Ia menambahkan, kalaupun dalam salat, imam melakukan kesalahan maka makmum boleh mengingatkannya dengan penuh etika, yaitu dengan ucapan subhanallah.

“Begitupun dengan pemerintahan, jika pemimpinnya keliru maka rakyat boleh menegur dengan cara-cara yang santun,” tutup Ramdhan.

Novianti/Foto: Effendy Wongso

Komentar

Check Also

Dimas Ekky Finis di Suzuka 8 Hours Endurance World Championship

MEDIAWARTA.COM, JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali dicetak pebalap muda Indonesia binaan PT Astra Honda Motor (AHM), …

Share This