Home / LIFESTYLE / Wow, Ternyata Sukses Karier Ditentukan Bahasa Tubuh

Wow, Ternyata Sukses Karier Ditentukan Bahasa Tubuh

MEDIAWARTA.COM – Saat ini, komunikasi tidak hanya dapat dilakukan secara verbal atau lisan, juga melalui teks, bernaskah ataupun tidak. Akan tetapi, ada kalanya manusia berkomunikasi melalui bahasa tubuh. Di dalam dunia bisnis dan pergaulan, bahasa tubuh atau “body language” adalah sesuatu hal yang sangat penting. Mengapa? Ini supaya Anda dapat membaca pikiran dan suasana hati lawan bicara Anda.

Jauh sebelum manusia mengenal kata dan aksara, anggota badan merupakan media yang paling umum digunakan dalam berkomunikasi. Setiap gerakan, bahkan hanya sekadar anggukkan dan acungan jari tangan saja memiliki makna tersendiri. Masihkah Anda ingat dengan Charlie Chaplin? Aktor legendaris dengan kumis yang lucu ini adalah salah satu pionir keterampilan bahasa tubuh. Karena pada zamannya, bahasa tubuh merupakan satu-satunya alat berkomunikasi di film.

Dewasa ini, di saat teknologi internet mempermudah semua kendala komunikasi, gerak tubuh manusia masih berguna untuk mengetahui “peta” lawan bicara. Karena bahasa tubuh merupakan sebuah pantulan yang terpancar dari kondisi emosional seseorang. Lalu dimanakah “kunci” dalam membaca bahasa tubuh seseorang? Agar dapat membaca bahasa tubuh lawan bicara, Anda harus mampu memahami kondisi emosi seseorang sementara mendengarkan apa yang ia ucapkan dan memerhatikan situasi saat kata-kata tersebut diucapkan.

Beruntunglah jika Anda terlahir sebagai wanita. Pasalnya, wanita memiliki kemampuan lahiriah untuk menangkap dan membedakan isyarat-isyarat nonverbal, sekaligus mata yang lebih akurat untuk hal-hal yang sifatnya detail. Hal tersebut sering disebut “intuisi” atau “naluri”. Inilah sebabnya mengapa hanya sedikit suami yang dapat berbohong kepada istrinya, dan mengapa juga sebaliknya, banyak wanita dapat berbohong tanpa disadari pasangannya.

Sebagai pembaca bahasa tubuh pemula, ada tiga aturan main untuk membaca dengan akurat. Pertama, membaca sikap tubuh secara berkelompok. Hindari mengartikan sebuah gerak tubuh secara terpisah dari gerak tubuh atau situasi lainnya. Ingatlah, bahasa tubuh sama seperti bahasa verbal yang memiliki kata, kalimat, dan penekanan.

Baca Juga:   Zona Cafe Makassar Hadirkan DJ Derina Derin Untuk ZONA Holic Berdansa di Akhir Pekan Ini

Sehingga, mengartikannya secara terpisah sama halnya mencari arti sebuah kata bahasa asing dalam kamus. Sebagai contoh, seseorang yang menggaruk kepalanya dapat berarti ketidakpastian, namun juga bisa menandakan kepalanya gatal karena ketombe.

Makanya, agar dapat membaca dengan akurat, selalu carilah kelompok isyarat (gerak tubuh). Seperti misalnya, gerak tubuh yang berulang-ulang menunjukkan seseorang berada dalam kondisi bosan atau sedang stres. Misalnya adalah menyentuh atau memilin-milin rambut menunjukkan seseorang sedang cemas atau tidak yakin, sedangkan jika tangan diletakkan ke wajah, dengan telunjuk menunjuk ke pipi sementara jari lainnya menutup mulut dan ibu jari menopang dagu menunjukkan seseorang sedang memberikan penilaian penting.

Aturan kedua adalah perhatikan keselarasan verbal dan non-verbal ketika seseorang berbicara. Wanita biasanya lebih mengandalkan pesan nonverbal dan mengesampingkan kandungan verbal. Ketika kata-kata dan bahasa tubuh seseorang saling berlawanan, wanita akan mengacuhkan kata-kata yang diucapkan. Seorang psiko-analisis kenamaan Sigmund Freud, pernah mendapatkan seorang pasien yang menceritakan kebahagian rumah tangganya, sambil secara tidak sadar melepaskan cincin pernikahan dari jarinya. Freud pun menyadari makna dari gerak-gerik si pasien, dan tak terkejut ketika akhirnya sang pasien mengungkapkan masalah perkawinannya.

Hal terakhir yang menjadi aturan main dalam membaca gerak tubuh adalah sesuai konteksnya. Semua bentuk isyarat tubuh harus dipertimbangkan dalam konteks gerak tersebut terjadi. Misalnya, ketika hari hujan dan cuaca dingin seseorang menunggu di sebuah halte bus dengan lengan dan tungkai kaki disilangkan rapat dan dagu direndahkan, kemungkinan besar ia sedang kedinginan, bukan menunjukan sifat defensif.

Namun, jika gerakan itu terjadi pada seseorang ketika Anda sedang mempresentasikan ide di tengah rapat, maka gerakan tersebut berarti ia tidak menyetujui atau menolak gagasan yang sedang dikemukakan.

Komentar

Check Also

Zona Cafe Makassar Hadirkan DJ Derina Derin Untuk ZONA Holic Berdansa di Akhir Pekan Ini

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – Zona Cafe Makassar, selalu menghadirkan bintang tamu untuk menemani Zona Holic. Akhir …