Home / NEWS / Wow, Tradisi Perjodohan Paling Aneh di Dunia

Wow, Tradisi Perjodohan Paling Aneh di Dunia

MEDIAWARTA.COM – Setiap negara, daerah, maupun tempat memiliki budaya sendiri dalam segala hal, termasuk proses perjodohan atau berpacaran. Sejumlah etnis di beberapa negara ternyata memiliki tradisi yang unik, aneh, bahkan tidak rasional.

Tradisi-tradisi aneh tersebut ada yang sudah ditinggalkan karena dinilai tidak sesuai norma agama, juga hukum modern yang berlaku saat ini. Akan tetapi, ada juga yang masih dilaksanakan dan dilestarikan sampai sekarang.

Pondok Cinta Suku Kreug di Kamboja

Pondok atau gubuk cinta, mungkin demikian tepatnya. Disebut begitu karena Pondok Cinta merupakan tempat yang dihuni para gadis yang menunggu dikunjungi para pria yang ingin berkenalan, berpacaran, bahkan sampai ke pelaminan.

Kreug adalah salah satu etnis di Kamboja, memiliki tradisi yang sangat tidak biasa dalam proses perjodohan. Para orang tua yang memiliki anak gadis, akan membangun gubuk kecil dari bambu. Si gadis akan tinggal dalam gubuk tersebut, kemudian para pria diperbolehkan masuk ke dalam gubuk untuk berkenalan, bercinta, dan bermalam di sana dengan gadis tersebut.

Si gadis akan bertemu banyak pria sampai menemukan pria yang cocok untuk dijadikan suami. Hm, kalau di negara kita pasti akan sangat ditentang karena tidak sesuai norma agama dan adat ketimuran yang berlaku di Tanah Air.

Nasi Bungkus Sapu Tangan Suku Miao di Tiongkok

Dalam tradisi etnis Miao, jika si gadis memberikan nasi dengan dua sumpit maka cinta dari si pria diterima. Namun, jika yang diberikan adalah nasi dengan bawang, maka itu adalah penolakan secara kasar.

Suku Miao memiliki tradisi cinta yang cukup unik, untuk menunjukan ketertarikan kepada lawan jenis. Pada saat perayaan festival kuliner, para gadis akan memasak nasi warna-warni, kemudian para pria akan menggombal dengan menyanyikan beberapa lagu.

Para gadis akan menjawabnya dengan memberikan sapu tangan berisi nasi warna-warni yang telah dimasak tadi sekaligus sumpitnya. Jika si gadis memberikan dua batang sumpit, artinya cinta pria tersebut diterima. Namun, jika nasinya berisi bawang putih berarti si gadis menolak dengan kasar.

Siulan Cinta Suku Kickapoo di Meksiko

Baca Juga:   Pameran Wallacea Hadir di Atrium Nipah Mall

Jika bersiul (menggoda) di banyak negara berarti melecehkan, namun bersiul bagi suku Kikcapoo di Meksiko berarti tanda ketertarikan. Tetapi, di Indonesia, coba saja seorang pria bersiul kepada wanita, mungkin akan dicap sebagai pria kurang ajar dan tidak memiliki sopan santun.

Namun, berbeda suku Kikcapoo di Meksiko. Jika pemuda di sana bersiul kepada gadis, itu dianggap tindakan romantis karena bersiul digunakan untuk mengekspresikan cinta.

Bomena atau Berburu Gadis di Bhutan

Di malam hari, para pemuda akan menyelinap ke dalam kamar gadis yang disukai untuk berkenalan dan berhubungan intim. Bomena jika diartikan secara harfiah berarti “berburu gadis” . Merupakan tradisi yang dijalankan para pemuda dari etnis-etnis tradisional Bhutan.

Tradisi ini sangat aneh, para pemuda keluar bersama-sama pada malam hari untuk mengunjungi kamar gadis yang mereka sukai untuk berkenalan dan berhubungan layaknya suami-istri. Para pemuda yang menyelinap ke dalam kamar para gadis, tidak boleh sampai ketahuan orang tua si gadis. Pasalnya, jika ketahuan maka akan langsung dinikahkan.

Tradisi aneh ini mulai ditinggalkan karena pengaruh budaya Barat, dan banyaknya kasus kehamilan di luar nikah karena si pemuda tidak mau bertanggung jawab.

Kepala Musuh sebagai Mahar Suku Atayal di Taiwan

Pria suku Atayal memberikan kepala musuh sebagai persembahan (mahar) untuk gadis yang mereka inginkan menjadi istri. Tradisi ini sangat mengerikan, sebagai tanda ketertarikan untuk menjalin rumah tangga, pemuda suku Atayal mempersembahkan kepala musuh mereka yang didapat dari pertarungan hidup-mati kepada gadis yang mereka sukai. Tradisi mengerikan ini sudah ditinggalkan sejak 1930-an.

Wanita Menaruh Apel di Ketiak Suku Austria

Di Austria, para gadis di desa-desa tradisional Austria menjalankan sebuah tradisi yang unik dan lucu. Dalam pesta-pesta, para gadis akan meletakan apel di ketiak mereka, kemudian mencari pemuda yang tertarik kepadanya.

Jika ada pria yang disukai, si gadis akan memberikan apel tersebut. Jika si pria juga tertarik, maka apel pemberian tersebut akan dimakan. Wah, bagaimana rasanya apel yang sudah diletakkan di ketiak, ya?

Effendy Wongso/Foto: Istimewa

Komentar

Check Also

BELAJAR RENANG KINI SEMAKIN MUDAH DI FOUR POINTS MAKASSAR

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – Berbicara mengenai aktivitas di hari senin tak akan lepas dari yang namanya …