Home / BUDAYA / Digempur Hiburan Modern, Opera Tiongkok Hadapi Tantangan Berat

Digempur Hiburan Modern, Opera Tiongkok Hadapi Tantangan Berat

MEDIAWARTA.COM – Banyak warga terkesan menyaksikan festival opera Tiongkok di Provinsi Hubei beberapa waktu lalu selama dua minggu. Bagi artis opera Huangmei di negeri itu, Yang Jun, kedatangan para penonton merupakan kegembiraan tersendiri dan ini memang sudah ditunggu-tunggu sejak lama.

Festival Opera Tradisional Hubei pertama digelar di provinsi itu pada 2008. Pada awal itu, tidak ada orang yang menyangka festival itu bisa digelar selama enam tahun. Pada 2014 saja, ada sekitar 100 ribu orang menyaksikan 100 penampilan dari 19 sekolah opera tradisional. Yang menarik, semua pertunjukkan itu bukan hanya digelar di panggung-panggung teater, tetapi juga di desa-desa dan lapangan terbuka di berbagai tempat.

Selama lebih 50 tahun belakangan ini, banyak sekolah opera tradisional Tiongkok yang tutup. Bahkan, jumlah sekolah itu menyusut dari sekitar 360 menjadi 200, seperti diungkap China Culture Daily, mengutip pernyataan mantan Wakil Menteri Kebudayaan Wang Wenzhang.

“Saya tidak menyangka, tetapi tetap optimistis mengenai masa depan opera ini,” ungkap Kepala Departemen Seni, Universitas Wuhan Tiongkok, Peng Wanrong, seperti dikutip China Daily.

Umumnya Opera Tradisional Tiongkok memiliki akar sendiri di setiap daerah. Seperti nyanyian dan tarian tradisionalnya, begitu juga pembacaan ceritanya, namun secara bertahap kehilangan penggemar di kalangan generasi muda. Karena itu, seni opera ini harus berjuang mendapatkan perhatian dari banyak kalangan di tengah masuknya bentuk kebudayaan modern seperti film, televisi, video games, dan internet.

Beberapa penampilan pada festival ini dinilai beberapa juri dan diberi penghargaan. Menurut Wang, ini merupakan kesempatan baik bagi perkembangan seni tradisional asli Tiongkok.

Menurutnya, hanya separuh dari lulusan sekolah opera ini yang tetap pada bidang seni secara profesional setelah 10 tahun. Gajinya memang rendah, ini akibat penjualan tiket tidak begitu baik lantaran kurangnya minat masyarakat menonton opera ini lagi.

“Pemerintah seharusnya mensubsidi penampilan artis-artis ini, dan menyokong mereka yang sudah pensiun,” harapnya.

Novianti/Foto: Istimewa

Komentar

Check Also

Ini uang panai orang Tionghoa

MEDIAWARTA.COM – Ini uang panai orang Tionghoa. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, …

Share This