Foto: Effendy Wongso

BI proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2016 hanya 4,93 persen

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – BI proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2016 hanya 4,93 persen. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2016 hanya sebesar 4,93 pesen. Angka itu terpaut tipis terhadap realisasi pertumbuhan di kuartal pertama 2016, yaitu 4,92 persen.

Dikutip dari Kontan, Minggu (31/7/2016). Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, proyeksi pertumbuhan ekonomiitu merupakan hasil kajian BI. Jika prediksi itu tepat, maka pertumbuhan ekonomi selama semester pertama tahun ini hanya 4,93 persen.

“Kami perkirakan di kuartal ketiga pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,2 persen, sehingga sepanjang 2016 pertumbuhan Indonesia di 5,09 persen,” terangnya di Jakarta, Jumat (29/7/2016).

Menurut Agus, prediksi BI itu masih sejalan dengan kisaran target pertumbuhan lima persen hingga 5,4 persen. Namun, Agus enggan menjelaskan lebih rinci faktor-faktor yang mendorong dan menghambat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama  dan kedua tersebut.

Agus menambahkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi versi BI sepanjang 2016 itu belum memperhitungkan dampak kebijakan pengampunan pajak. Menurut Agus, jika kebijakan pengampunan pajak atau Tax Amnesty sukses, pertumbuhan ekonomi, terutama di 2017 berjalan lebih kencang.

Dengan catatan dana repatriasi dari Tax Amnesty mengalir ke sektor produktif. “Tetapi kalau hanya mengendap di perbankan, tidak akan optimal. Itu malah akan membuat BI menjaga agar dana yang tersedia di masyakarat tidak berlebihan. Kalau berlebihan justru bisa membuat tekanan inflasi dan itu jadi berat bagi ekonomi kita,” paparnya.

Baca Juga:   Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2020, Pepsodent Kampanyekan Pentingnya Sikat Gigi Malam

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung menambahkan, pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2016 membaik walaupun terbatas. Konsumsi rumah tangga membaik, tercermin dari penjualan eceran yang tumbuh positif menjelang Idul Fitri lalu. Penjualan mobil juga meningkat.

Sementara itu, pertumbuhan investasi khususnya non-bangunan, belum menunjukkan perbaikan signifikan di tengah tingginya belanja modal dan barang pemerintah. Dari sisi eksternal, ekspor diperkirakan masih lemah, meskipun beberapa komoditas mulai mengalami peningkatan.

Juda memperkirakan jika hasil Tax Amnesty mengalir ke sektor riil, akan menambah pertumbuhan ekonomi sebesar dua hingga tiga persen tahun ini. Prediksi BI lebih rendah dari perkiraan pemerintah. Pemerintah sebelumnya yakin target pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini sebesar 5,2 persen tercapai.

Pada semester pertama 2016, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi lima persen, sementara semester kedua 2016 mencapai 5,3 persen.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara menambahkan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi semester kedua 2016, pemerintah akan menggenjot belanja.

Komentar

Check Also

PLN Himbau Masyarakat Jangan Mudah Percaya Promo Alat Penghemat Listrik

MEDIAWARTA.COM – PLN menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya promosi alat yang dapat menghemat tagihan …

Share This
Mediawarta