Foto: Istimewa

Pokemon Go Dicekal di Arab Saudi, Dianggap Sarat Simbol Zionisme

MEDIAWARTA.COM, ARAB SAUDI – Pokemon Go dicekal di Arab Saudi, dianggap sarat simbol Zionisme. Sebelumnya, bukan hanya dibanjiri pujian, Pokemon Go juga mengundang reaksi negatif dari beberapa pihak. Game mobile keluaran Nintendo itu disebut menghabiskan waktu dan tidak sehat bagi psikologi anak.

Secara khusus, otoritas Arab Saudi sudah mengeluarkan fatwa terkait pelarangan segala sesuatu berbau Pokemon, baik game, kartun, film, kartu, maupun aksesorinya. Hal tersebut disiarkan melalui Al-Jazeera TV, sebagaimana dilaporkan ABCNews dan dihimpun Kompas Tekno, Senin (18/7/2016).

Mufti atau ulama besar Arab Saudi, Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh, mengimbau agar para orang tua agar menjauhkan anak-anak mereka dari hal-hal terkait Pokemon.

Ada beberapa alasan yang mendasari imbauan itu. Salah satunya, simbol-simbol pada Pokemon dianggap menyimpan ancaman berbahaya. “Kebanyakan simbol menyematkan bintang bersisi enam yang merupakan simbol zionisme internasional dan Israel,”alasan Mufti dalam sebuah tayangan yang disiarkan Al-Jazeera.

Selain itu, simbol-simbol pada Pokemon juga dikatakan memasukkan unsur-unsur dan tanda-tanda yang melekat pada sebuah keyakinan. Menurut Komite Tinggi untuk Riset Ilmiah dan Hukum Islam, simbol-simbol itu berbasis pada keyakinan Tuhan lebih dari satu. Prinsip itu tidak sesuai keyakinan Arab Saudi terhadap Tuhan yang tunggal.

Baca Juga:   Gratiskan Akses Situs Belajar Online, Telkomsel Gandeng Tiga Perguruan Tinggi di Makassar

Saat dikonfirmasi, perwakilan Nintendo membantah Pokemon menyiratkan simbol-simbol untuk mengampanyekan keyakinan tertentu.

Selain dari segi simbol, ada alasan lain yang mendasari fatwa pelarangan Pokemon. Otoritas Arab Saudi menilai kartu Pokemon memicu praktik judi. Pasalnya, permainan kartu Pokemon memungkinkan pemainnya berdagang kartu berdasarkan kalkulasi poin.

Mekanisme permainan itu dianggap mendorong pemain untuk membeli kartu sebanyak mungkin guna berkompetisi agar bisa menjual kartu dengan nominal yang lebih besar.

Saat ini, popularitas Pokemon Go sebagai produk dari Pokemon Company, Nintendo, dan Niantic, tidak terbantahkan lagi. Terminologi Pokemon Go sendiri telah mengalahkan kata “porno” pada mesin pencari di internet.

Belum ada keterangan resmi dari pengembang Pokemon Go dan pihak terkait soal fatwa pelarangan Pokemon secara keseluruhan dari otoritas Arab Saudi.

Komentar

Check Also

Telkomsel Menerima Apresiasi Kontributor Pajak Terbesar di Kantor Pelayanan Pajak

MEDIAWARTA.COM, JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan apresiasi kepada Telkomsel atas kontribusinya sebagai penyumbang …

Share This
Mediawarta