Home / EKOBIS / Asyik, beleid uang muka nol persen untuk kredit otomotif terbit September 2016
Foto: Effendy Wongs

Asyik, beleid uang muka nol persen untuk kredit otomotif terbit September 2016

MEDIAWARTA.COM, JAKARTA – Asyik, beleid uang muka nol persen untuk kredit otomotif terbit September 2016. Agaknya pembiayaan multifinance terbilang seret di tahun ini, akan segera menanjak lagi. Pasalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal melonggarkan aturan uang muka atau down payment (DP) kendaraan untuk menstimulus pertumbuhan penjualan otomotif.

Tidak kepalang tanggung, OJK akan membebaskan DP untuk pembelian kendaraan secara kredit atau angsuran di multifinance. Saat ini, OJK tengah menyusun draf beleid tersebut Menurut rencana, beleid uang muka nol persen ini akan terbit bulan depan.

Hanya, tidak semua multifinance bisa menerapkan ketentuan uang muka pembiayaan nol persen. Ini hanya berlaku bagi multifinance yang memenuhi sejumlah syarat.

Dikutip dari Kontan, Jumat (5/8/2016), salah satu syaratnya multifinance tersebut harus memiliki rasio kredit macet atau non performing financing (NPF) maksimum sebesar dua persen.

Hal tersebut diungkapkan Deputi Komisioner Pengawas IKNB II OJK Dumoly F Pardede. Menurutnya, selain itu kinerja perusahaan bakal menjadi pertimbangan. Misalnya, modalnya gearing rasio dan pertumbuhan piutang.

Bila merujuk persyaratan NPF, sejumlah multifinance kelak bisa menerapkan ketentuan bebas uang muka. Dalam catatan, ada beberapa multifinance yang memiliki rasio NPF di bawah dua persen, antara lain Astra Credit Companies (ACC) dengan NPF 0,6 persen dan PT BCA Finance dengan NPF di bawah satu persen.

Baca Juga:   Pertamina Proaktif Urai Antrian BBM di SPBU Wilayah Sulawesi

Lalu Federal International Finance (FIF), Adira Dinamika Multi Finance, dan Mandiri Tunas Finance yang memiliki rasio NPF antara satu persen hingga dua persen.

Walaupun akan dilonggarkan, akan tetapi multifinance akan mawas menerapkan kebijakan DP nol persen. Pasalnya, bila jor-joran memberikan kredit tanpa uang muka bisa menjadi bumerang bagi multifinance sendiri.

Tentu, alih-alih mendongkrak pembiayaan justru yang terjadi malah NPF akan melambung. Terlebih, saat ini tren NPF multifinance tengah menanjak. Hingga Mei 2016, NPF multifinance mencapai 2,23 persen. Imbasnya, pencadangan multifinance pun naik 41 persen menjadi Rp 2,11 triliun.

Presiden Direktur Mandiri Tunas Finance (MTF) Ignatius Susatyo Wijoyo memaparkan pihaknya akan menerapkan DP nol persen hanya untuk car ownership program (COP) dengan sasaran perusahaan yang memfasilitasi kepemilikan mobil bagi karyawannya.

Dengan program ini, MTF bisa meminimalisir risiko kredit karena memakai sistem potong gaji nasabah untuk angsuran.

Adapun Presiden Direktur Adira Dinamika Multi Finance Willy Suwandi Dharma mengungkapkan, pihaknya tetap akan menerapkan ketentuan DP yang disesuaikan profil risiko nasabah.

Ini artinya semakin tinggi profil risikonya, idealnya DP semakin besar. Ini lantaran mengingat karakteristik nasabah berbeda-beda, sehingga mempengaruhi besaran DP.

Komentar

Check Also

Pertamina Proaktif Urai Antrian BBM di SPBU Wilayah Sulawesi

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – PT Pertamina (Persero) melakukan tindakan Proaktif untuk mengurai antrian kendaraan bermotor yang belakangan terjadi …