T-Care For Children, wujud kepedulian FKG Unhas terhadap anak bangsa

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR– Mengunjungi tempat pembuangan akhir dengan segundukan sampah adalah tantangan tersendiri yang tidak mudah dilakukan oleh sebagian besar anak muda di era global saat ini, terlebih lagi jika harus melakukan penyuluhan. Akan tetapi hal tersebut berhasil ditepis oleh beberapa anak muda yang merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin Makassar baru-baru ini.

Menjadi teladan dan contoh, beberapa mahasiswa FKG Unhas yang terdiri dari Iin Sandya Amalia, Sri Widiyaningtias, Andis Sri Permatasari, Andi Ariaty Bertha, dan Rezky Nganro memiliki cita-cita mulia untuk dapat meningkatkan kesehatan gigi dan mulut sejak dini pada anak-anak, oleh karena itu mereka merancang sebuah project sosial yang diberi nama,”T – Care For Children”.

T – Care For Children adalah suatu project kegiatan pengabdian kepada anak-anak sebagai generasi penerus yang diformulasikan dengan  terjun langsung memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara gratis sesuai dengan kompetensi dan profesionalitas sebagai bentuk upaya peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak sehingga kualitas hidup anak-anak sebagai generasi penerus juga akan semakin lebih baik.

mediawarta-com-t-care

Sebagai bentuk pengabdian, komunitas ini melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pertama kalinya serta pembagian sikat gigi gratis kepada anak-anak yang berdomisili di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Antang, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, kota Makassar. Lokasi yang dianggap bau, becek, dan penuh dengan sumber penyakit ini tidak menjadi hambatan bagi sekelompok mahasiswa FKG Unhas ini untuk tetap melaksanakan penyuluhan dan pembagian sikat gigi gratis secara langsung di lokasi tersebut.

Baca Juga:   GASS Bersama Gerakan Jurnalis Anti Corona, Gelar Aksi Sosial Lawan COVID-19

Iin Sandya Amalia, selaku founder T – Care For Children mengatakan bahwa,”menurut beberapa penelitian, antusiasme anak-anak dengan ekonomi rendah terhadap penyuluhan kesehatan gigi dan mulut lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang memiliki ekonomi kelas menengah maupun atas”. Terlebih lagi jika penyuluhan tersebut disajikan dengan cara yang unik dan mudah diterima oleh anak-anak, maka ilmu dan pengetahuan yang diberikan akan tersampaikan dengan baik pada anak-anak yang besangkutan, sambung Iin. Oleh karena itu, hal ini terlihat dengan antusiasme dari anak-anak TPA Antang Makassar dalam mengikuti penyuluhan.

Masyarakat setempat mengatakan bahwa penyuluhan dan pembagian sikat gigi gratis ini merupakan kegiatan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pertama yang dilakukan oleh mahasiswa. Terlebih lagi disertai dengan pembagian sikat gigi gratis yang kemudian akhirnya dapat menjadi sumber senyuman dari anak-anak di TPA ini. Jumlah sikat gigi gratis yang terbagi sekitar 50 sikat gigi.

Kami berharap ke depannya kami dapat memberikan pelayanan perawatan kesehatan gigi dan mulut kepada anak-anak dengan jangkauan wilayah yang lebih luas dalam pelaksanaannya, sehingga semua anak memiliki kesempatan untuk mendapatkan kesehatan gigi dan mulut yang lebih baik, dengan demikian derajat kesehatan gigi dan mulut anak-anak di Indonesia akan semakin lebih baik. Selain itu, metode pelayanan dan peningkatan kesehatan gigi dan mulut yang digunakan akan semakin lebih kreatif dengan adanya inovasi-inovasi baru dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut anak-anak sebagai generasi penerus bangsa

Komentar

Check Also

Perkumpulan Fotografer Makassar Hunting Foto Sambil Peduli Lingkungan

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – Puluhan anggota Perkumpulan Fotografer Makassar (Performa) melakukan Hunting foto sekaligus membersihkan sampah-sampah …

Share This
Mediawarta