Kecanggihan Google mendeteksi berita “Hoax”

MEDIAWARTA.COM, Google baru-baru ini merilis label Fact Check pada layanan berita miliknya, News. Label ini berfungsi menandai suatu artikel sebagai fakta yang sudah diklarifikasi, sehingga bisa dibedakan dengan artikel bohong atau hoax.

Label Fact Check tersebut muncul dalam artikel tertentu yang dimuat dalam Google News, baik melalui peramban desktop atau aplikasi iOS dan Android.

Kriteria tersebut antara lain adalah:

1. klaim dan fakta mesti bisa diidentifikasi dengan mudah di dalam badan artikel. Pembaca mesti bisa memahami fakta yang telah pastikan kebenarannya, serta kesimpulan yang dicapai.

2. Analisis mesti transparan menyebutkan sumber dan metode yang dipakai, menyertakan kutipan dan referensi terhadap sumber primer.

3. Organisasi penerbit artikel tidak terkait dengan partai politik tertentu, transparan soal sumber pendanaan, serta hal lain yang terafiliasi dengannya. Organisasi media mesti memeriksa dan membuktikan banyak klaim dalam topik pemberitaan mereka, bukan sekadar menarget satu orang atau entitas.

Baca Juga:   Smartfren Sosialisasi Work From Home Dengan Rilis Kartu Perdana 1ON+Voucher Data Mingguan

4. Artikel mesti mengindikasikan bahwa klaim di dalamnya terus ditinjau, menyatakan kesimpulan yang diperoleh.

Sementara ini label tersebut hanya bisa dilihat pengguna dari Amerika Serikat dan Inggris.

“Kami merasa antusias dengan perkembangan komunitas Fact Check dan berusaha mendukung upaya untuk membedakan fakta dari fiksi, pengetahuan dari tipuan,” terang Head of NewsGoogle, Richard Gingras dikutip dari BizJournals, Sabtu (15/10/2016).

Google menggunakan struktur data ClaimReview dari Schema.org untuk menunjukkan fakta yang menjadi latar belakang artikel.

Perusahanaan pun merinci beberapa kriteria mengenai situs yang layak dilabeli Fact Check, sehingga pengguna yang mendapati kekeliruan bisa memprotesnya.

 

Perlu dicatat, label Fact Check ini tetap tidak bisa mencegah munculnya berita hoax dalam Google News.

Tapi keberadaan label ini dan penggunaannya dianggap bisa mempersulit menyebarnya berita hoax di hasil pencarian artikel.(Yoga Hastyadi Widiartanto/kompas.com)

Foto: Internet

Komentar

Check Also

Telkomsel Menerima Apresiasi Kontributor Pajak Terbesar di Kantor Pelayanan Pajak

MEDIAWARTA.COM, JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan apresiasi kepada Telkomsel atas kontribusinya sebagai penyumbang …

Share This
Mediawarta