Home / EKOBIS / Benjamin Wattimena beli motor dengan uang Koin

Benjamin Wattimena beli motor dengan uang Koin

MEDIAWARTA.COM, AMBON – Pembelian motor dengan cara tunai maupun kredit adalah hal yang lumrah, namun membeli dengan koin recehan tentunya merupakan hal yang unik, karena belum tentu semua diler motor mau menerima pembelian motor dengan cara seperti ini.

Lain halnya dengan yang baru saja terjadi kemarin sore (9/1) di Astra Motor Ambon Jl. Ir. M. Putuhena, Kecamatan Teluk Ambon, adalah Benjamin Wattimena yang telah memutuskan hatinya untuk membeli Honda Blade R dan menjadi keluarga besar konsumen Honda dengan motor seharga Rp.19.060.000,-  yang terbagi dengan pecahan koin recehan Rp.500,- dan Rp.1.000,-  itu.

“Saya memang sudah jatuh cinta sejak pertama kali lihat motor ini sewaktu ada pamerannya di SPBU RS-Ambon, apalagi saya tau motornya kencang” pungkas Benjamin yang tiba sore hari kemarin dengan dua kerdus berisikan koin recehan miliknya.

Baca Juga:   Pertamina Proaktif Urai Antrian BBM di SPBU Wilayah Sulawesi

Proses pembelian motor saat itu sudah hampir terlaksana di lokasi pameran namun terkendala unit yang habis, sehingga kemudian diarahkan untuk melakukan pembelian langsung di dealer, Kepala Cabang Astra Motor Ambon I Nyoman Parsana menyatakan “Kami sudah berjanji untuk melayani konsumen sepenuh hati dan maksimal, jadi selama tidak menyalahi prosedur pasti kami terima”.

Setelah perhitungan yang memakan waktu kurang lebih 3 jam oleh sales people Astra Motor Ambon, tercapailah jumlah total uang koin sebanyak Rp.7.500.000 dan sisanya dibayar dengan uang kertas pecahan Rp.100.000,- sampai 10.000,- .

“Yaa, sama sekali tidak merasa berat sih karena juga dihitung ramai – ramai dan karena ini terjadi pertama kalinya jadinya seru juga” ujar Nyoman panggilan Kepala Cabang Astra Motor Ambon tersebut.

Komentar

Check Also

Pertamina Proaktif Urai Antrian BBM di SPBU Wilayah Sulawesi

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – PT Pertamina (Persero) melakukan tindakan Proaktif untuk mengurai antrian kendaraan bermotor yang belakangan terjadi …