Home / NEWS / NASIONAL / Waspada! Penyebaran Tembakau Gorilla

Waspada! Penyebaran Tembakau Gorilla

MEDIAWARTA.COM – Semua orang pasti telah mengetahui bahkan melihat wujud tembakau baik yang belum diolah maupun yang telah diproduksi menjadi rokok. Namun belakangan ini kehadiran tembakau jenis baru yang populer disebut Tembakau Gorilla membuat gempar sekaligus membuat khawatir berbagai kalangan khususnya para orang tua dan petugas keamanan, pasalnya kehadiran tembakau ini telah menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat.

Dikutip dari berbagai sumber, Tembakau cap gorila saat ini sudah mulai dikenal, khususnya dikalangan mahasiswa, dan pelajar. Namun bagi yang belum mengenalnya pasti akan bertanya-tanya “Apa Itu Tembakau Cap Gorila?”. Apa benar itu dari tembakau? Bagi yang penasaran tentang itu perlu kiranya terlebih dahulu mencari tahu apa itu tembakau. Tembakau adalah salah satu produk pertanian semusim yang diproses dari daun tanaman, terutama dari genus nicotiana.

Tembakau dapat bermanfaat sebagai pestisida dan bahan baku obat. Jika dikonsumsi, umumnya dibuat menjadi ROKOK, dan tembakau kunyah. Mendengar kata rokok, tentunya sudah mengenal bukan. Bahwa produksi tembakau menjadi rokok dewasa ini telah tumbuh berkembang menjadi suatu industri, dan keberadaannya telah menghadirkan kontroversi ilmiah yang dimulai sejak pertengahan abad ke-20.

Namun agar tidak meluas pembahasannya, kontroversi tersebut tentunya tidak perlu diperdebatkan disini, digantungkan saja pada pendekatan masing-masing. Setidaknya pemerintah kita sudah melaksanakan upaya pengendalian produksi tembakau bagi kesehatan, literaturnya dapat dilihat melalui Undang-Undang Nomor: 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (UU 36/2009), dan Peraturan Pemerintah Nomor: 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan (PP 109/2012).

Jika menyimpak pada uraian sebelumnya, tentunya sudah menjadi pengetahuan umum bahwa produk-produk rokok itu berbahaya bagi kesehatan, sehingga perlu dilakukan pengendaliannya. Oleh karenanya tiada pengecualian pula untuk tembakau super cap gorila. Berdasarkan literatur media online yang diperoleh, maka akan diperoleh keterangan bila tembakau super cap gorila ini disebut-sebut bisa membuat penikmatnya mengalamai efek “seperti tertimpa gorila” atau tidak bisa menggerakan tubuhnya. Adapun efek samping sementara yang diketahui, dapat menyebakan gangguan saraf (tremor) dengan ciri-ciri tangan gemetar, berkeringat dan kesemutan

Intervensi Pemerintah melalui produk hukum tersebut diantaranya mewajibkan setiap orang yang memproduksi atau memasukan rokok mencantumkan peringatan kesehatan, dan mengamanatkan kepada Pemerintah Daerah menerapkan kawasan tanpa rokok. Sementara bagaimana dengan tembakau super cap gorila, apakah Pemerintah juga sudah melakukan kebijakan pengendaliannya?

Tembakau super cap Gorila ternyata bukan hanya berefek terhadap halusinasi seseorang seperti ditimpa seekor Gorila besar. Namun, jika penggunaan tembakau yang kini langka dipasaran itu bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan syaraf yang biasa disebut tremor.

“Seperti flak hitam di tangan. Tapi, ga gatel atau‎ kesakitan kalau digaruk,” kata pria yang kuliah salah satu universitas di Jakarta Selatan itu, Selasa (26/5).

Beredar info di kalangan mahasiswa, tembakau itu dicampur dengan zat kimia berbahaya yaitu Etanol. ‎Menurutnya, bahan kimia itu biasanya untuk bahan spiritus. Sehingga, sangat berbahaya sekali.

Penyakit tremor sendiri memiliki ciri-ciri, tangan gemetar, berkeringat dan kesemutan. Biasanya, penyakit ini muncul ketika seseorang merasa ketakutan atau merasa tidak stabil ketika gembira atau gemitar saat kurang tidur.

Salah satu sumber Warta Kota, D (25), mengatakan bahwa sudah ada tiga rekannya mengalami penyakit Tremor setelah menghisap tembakau cap Gorila sejak satu bulan belakangan ini. Selain itu, dampak yang ditimbulkan adalah bercak hitam yang berada di tangan pemakai tembakau itu.

“Kasiat Gori (nama pemakaian tembakau Gorila-red) mirip ganja jenis good shit yang sempat populer beberapa waktu lalu,” tuturnya.

Na‎mun, untuk efeknya sangat lah berbeda. Untuk ganja jenis good shit hanya berdampak kepada radiasi mata kala asap itu dihirup. Hal ini terungkap setelah diperiksakan di dokter kesehatan.

 

Komentar

Check Also

Astragraphia Dukung Ekosistem Ekraf dengan Berikan Edukasi Digital Printing kepada Para Desainer Grafis Indonesia

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – Saat ini, Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data …