MEDIAWARTA, JAKARTA – Konser Dua Delapan Padi Reborn menjadi perayaan 28 tahun perjalanan band tersebut di industri musik Indonesia, sekaligus menandai penampilan besar perdana mereka setelah vakum selama delapan tahun.
Ribuan penggemar memadati Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026) malam, untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Padi Reborn yang digawangi Fadly, Piyu, Ari, Rindra, dan Yoyo membuka konser dengan lagu “Prolog”. Riuh tepuk tangan dan koor Sobat Padi langsung menggema sejak lagu pembuka dikumandangkan.
Sepanjang penampilan, Fadly tampak aktif bergerak ke berbagai titik panggung. Aksi tersebut menciptakan interaksi yang intens dengan penonton yang ikut bernyanyi hampir di setiap lagu.
Dari sisi visual, konser tampil megah dengan dukungan video tron berbentuk lingkaran yang dapat bergerak naik dan turun, memperkuat atmosfer pertunjukan dan menambah daya tarik panggung.
Penonton dari berbagai rentang usia terlihat larut dalam lagu-lagu yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup dan memori kolektif mereka selama bertahun-tahun.
Suasana hangat semakin terasa dengan kehadiran Sal Priadi dan Fanny Soegi sebagai bintang tamu yang turut memeriahkan konser dan menambah nuansa nostalgia.
Momen ini juga dimanfaatkan Padi Reborn untuk meluncurkan album studio kedelapan mereka bertajuk “28”. Sejumlah lagu baru pun diperkenalkan secara langsung kepada publik.
Lagu-lagu anyar seperti “Ego” dan “Haru Biru” mendapat sambutan positif dari para penggemar yang hadir di arena.
Selain materi baru, Padi Reborn turut membawakan aransemen ulang lagu-lagu lama sebagai penghubung antara nostalgia dan semangat baru band legendaris tersebut.
Di antara ribuan penonton, Isma Azis Riu alias Chimot menjadi salah satu Sobat Padi yang datang dari luar daerah. Ia rela menempuh perjalanan jauh dari Makassar demi menyaksikan konser tersebut secara langsung.

Bagi Chimot, Konser Dua Delapan bukan sekadar hiburan musik, melainkan momen emosional yang menandai kembalinya band yang telah menemani perjalanan hidupnya sejak remaja.
“Saya datang dari Makassar khusus untuk konser ini karena ini bukan sekadar konser, tapi momen bersejarah kembalinya Padi yang sudah menemani hidup saya sejak remaja,” ujar Chimot.
Bagi Chimot dan ribuan Sobat Padi lainnya, Konser Dua Delapan menjadi bukti bahwa jarak dan waktu tak pernah memutus ikatan emosional antara penggemar dan karya-karya Padi Reborn.

Comment