MEDIAWARTA,MAKASSAR,-Ada pemandangan berbeda dan penuh makna dalam rangkaian Jappa Jokka dan Cap Go Meh 2026 di Jalan Sulawesi, Makassar. Di tengah semarak perayaan dan launching 10 Kelurahan Sadar Kerukunan, terlihat sosok Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Makassar turut membantu umat dalam prosesi mengusung Dewa Kio San Tou Liupi.
Momen tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kerukunan bukan sekadar slogan, melainkan praktik langsung di lapangan. Penyuluh Agama Kristen yang selama ini aktif membina umatnya, tampak berbaur dan menunjukkan sikap saling menghormati antarumat beragama dalam suasana penuh persaudaraan.
Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar, H. Muhammad, menegaskan bahwa keterlibatan penyuluh lintas agama dalam momentum tersebut merupakan cerminan moderasi beragama yang terus digaungkan.
“Inilah wajah kerukunan Makassar. Penyuluh agama hadir bukan hanya untuk umatnya sendiri, tetapi menjadi jembatan harmoni di tengah masyarakat yang majemuk,” ujarnya.
Sementara itu, PenyelenggaraKristen Kemenag Kota Makassar, Merpati Sampe Liling, turut memberikan apresiasi atas sikap toleransi yang ditunjukkan.
“ Kita diajar untuk saling mengasihi dan kasih itu melampaui batas perbedaan. Ketika saudara-saudara kita merayakan hari besarnya, kehadiran dan bantuan kecil yang kami berikan adalah bentuk penghormatan dan persaudaraan. Inilah Indonesia yang kita jaga bersama,” ungkap Merpati.
Ia menambahkan bahwa penyuluh agama Kristen di Kota Makassar terus didorong untuk menjadi pelopor kedamaian, membangun komunikasi lintas iman, serta hadir dalam kegiatan sosial kemasyarakatan tanpa memandang latar belakang agama.
Momen kebersamaan dalam Jappa Jokka ini menjadi sisi lain yang memperkuat pesan bahwa Makassar bukan hanya kota yang majemuk, tetapi juga kota yang mampu merawat harmoni melalui tindakan nyata.

Comment