Unhas dan Yayasan Arsari Djojohadikusumo Sepakati Kerja Sama Bidang Penelitian Arkeologi dan Pelestarian Situs Sejarah

MEDIAWARTA, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin dan Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) sepakat menjalin kerja sama dalam bidang pengembangan tridharma. Kesepakatan tersebut tertuang dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Rektor Unhas (Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc) bersama Ketua Yayasan (Hashim S. Djojohadikusumo).

Kegiatan berlangsung di Gedung Mid Plaza 2 lantai 6 (Ruang Rapat Besar Arsari Grup) Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, pada Kamis (30/11).

Turut hadir mendampingi Rektor Unhas, Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis, (Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, S.T., M.Phil), Dekan Fakultas Ilmu Budaya (Prof. Dr. Akin Duli, M.A), dan Dosen Prodi Arkeologi (Dr. Yadi Mulyadi, S.S., M.A).

Perwakilan dari Yayasan Arsari Djojohadikusumo Sitie Indrawati Djojohadikusumo (Wakil Ketua) turut dihadiri oleh Retnaning Tyas (Bendahara), Paula S.N. Landowero (Sekretaris), Fithria Luthfiyani (Kabid Pendidikan), dan M. Hasbiansyah Zulfahri (Kabid Budaya).

Pada kesempatan tersebut, Rektor Unhas Prof.JJ menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis Universitas Hasanuddin dalam mewujudkan visi tridharma pendidikan. Diharapkan saling berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi pengembangan ilmu pengetahuan dalam menyiapkan lulusan sebagai generasi unggul penerus bangsa.

“Melalui kolaborasi ini, kita bisa melihat peluang dalam setiap aspek kehidupan Terjalin kontribusi positif, agar setiap langkah yang diambil bersama dapat memberikan masukan berharga dan mendukung pengembangan ilmu pengetahuan serta pelestarian budaya melalui sinergi yang erat dengan YAD,” jelas Prof. JJ.

Mewakili Ketua Yayasan (Hashim S. Djojohadikusumo), dalam kesempatan ini Sitie Indrawati Djojohadikusumo selaku wakil Ketua menyambut hangat kerja sama yang akan terjalin bersama Unhas, Menurutnya, Unhas memmiliki peran sangat penting dalam penelitian arkeologi. Diharapkan kolaborasi ini tidak hanya mencakup aspek penelitian, tetapi juga program kebudayaan terpadu yang dapat memberdayakan masyarakat di sekitar situs-situs bersejarah.

Kerja sama ini dianggap sebagai langkah maju menuju pengembangan desa mandiri, Ini bukan hanya tentang penelitian, tetapi juga tentang membangun desa-desa mandiri yang menjadi pusat kekayaan budaya dan sekaligus menantang kita untuk memperkuat kawasan Maros – Pangkep sebagai situs bersejarah yang memukau.

Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk dosen dan mahasiswa Prodi Arkeologi Unhas, serta berbagai perwakilan YAD, diharapkan kerja sama ini akan menjadi contoh sukses dalam menjaga dan memperkaya warisan budaya yang tak ternilai,

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan hikmat. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi guna membahas implementasi kerja sama yang akan dilaksanakan.

Comment