MEDIAWARTA,MAKASSAR,-Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) menegaskan bahwa perekonomian Sulsel tetap kuat sepanjang tahun 2025 meskipun tekanan global masih tinggi.
Hal tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Wahyu Purnama A. saat menghadiri Pertemuan Tahunan BI di Hotel Claro Makassar, Sabtu (29/11/2025).
Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi triwulan III mencapai 5,01% (yoy) dan diperkirakan dapat ditutup di kisaran 4,9%–5,7% hingga akhir tahun.
“Kinerja ekonomi Sulsel masih terjaga dan menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah ketidakpastian global,” ujar Wahyu.
Pertumbuhan ekonomi 2025 ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap solid seiring meningkatnya keyakinan konsumen dan banyaknya event yang digelar sepanjang tahun.
Kinerja investasi fisik juga tumbuh positif, sementara permintaan ekspor dari negara mitra masih bertahan.
“Dari sisi domestik maupun eksternal, Sulsel berada pada jalur pemulihan yang konsisten,” kata Wahyu.
Dari sisi sektoral, pertanian, perdagangan, serta industri pengolahan menjadi tiga lapangan usaha yang menopang perekonomian Sulsel.
Produksi padi dan perikanan meningkat berkat cuaca yang lebih kondusif, sementara perdagangan tetap tumbuh karena daya beli masyarakat yang membaik.
“Sinergi kebijakan pangan sangat berpengaruh terhadap stabilitas di lapangan usaha pertanian dan industri makanan-minuman,” jelasnya.
Stabilitas inflasi juga menjadi faktor penopang penting. Pada Oktober 2025, inflasi Sulsel berada pada 2,98% (yoy), tetap dalam rentang target. Harga sejumlah komoditas pangan strategis berhasil terkendali meskipun ada kenaikan pada beberapa komoditas non-pangan.
“Inflasi Sulsel sejak awal tahun terus berada pada jalur yang terjaga. Ini menunjukkan efektivitas pengendalian kita bersama TPID,” kata Wahyu.
Meski demikian, BI mencatat sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai, seperti melemahnya harga komoditas global, iklim investasi, dan tensi geopolitik yang berpotensi menghambat rantai pasok.
Namun Wahyu menilai peluang pertumbuhan jangka menengah tetap besar.
“Prospek lapangan usaha utama kami perkirakan tetap baik hingga akhir tahun, terutama pertanian dan perdagangan,” ungkapnya.
Menatap tahun 2026, BI optimistis ekonomi Sulsel dapat tumbuh lebih tinggi, yakni pada kisaran 5%–5,8%, ditopang hilirisasi industri, stimulus sektor riil, serta penguatan koordinasi pengendalian inflasi.
“Dengan penguatan sinergi kebijakan dan reformasi struktural, kami yakin 2026 menjadi tahun percepatan ekonomi Sulawesi Selatan,” tegas Wahyu.

Comment