Harmoni Ramadan dan Cap Go Meh 2577/2026, Makassar Perkuat Kerukunan dan Solidaritas Sosial

MEDIAWARTA,MAKASSAR,— Festival Cap Go Meh 2577/2026 yang merupakan rangkaian perayaan Imlek digelar bertepatan dengan hari ke-13 Ramadan 1447 H, Senin (2/3/2026), di Kota Makassar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah Perwakilan Umat Buddha Indonesia Sulawesi Selatan (WALUBI)

Festival Cap Go Meh ini dihadiri oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kepala Kakanwil Kemenag Provinsi Sul-sel Ali Yafid, Kakankemenag Makassar H. Muhammad, Ketua DPD WALUBI Sulsel Henry Sumitomo beserta jajaran pengurus, Pembimas Buddha, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar, unsur Forkopimda, serta para tokoh lintas agama.

Kegiatan berlangsung pada hari ke-13 Ramadan 1447 H, bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh tahun 2577/2026, di Kota Makassar.

Perayaan ini bukan sekadar seremoni budaya, tetapi menjadi momentum memperkuat toleransi dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Makassar. Kegiatan juga dirangkaikan dengan aksi sosial berupa pembagian sembako kepada para petugas kebersihan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas agama yang terus terjalin dengan baik di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar. “Pada bulan suci Ramadan ini, kegiatan keagamaan memang saling beririsan. Umat Muslim sedang menjalankan ibadah puasa, sementara saudara-saudara kita juga merayakan Cap Go Meh. Namun inilah indahnya kebersamaan. Kita boleh berbeda dalam keyakinan, tetapi dalam persoalan sosial dan membangun daerah, kita harus saling bergandengan tangan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh tokoh dan pemuka agama yang terus membimbing umatnya sehingga solidaritas dan kerukunan tetap terjaga.“Indeks Kerukunan Umat Beragama Provinsi Sulawesi Selatan saat ini berada di angka 82,3 persen, melampaui rata-rata nasional 77,80 persen. Ini berkat pembinaan dan kerja sama seluruh tokoh agama serta dukungan pemerintah daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa Cap Go Meh menjadi simbol toleransi yang nyata di Kota Makassar.“Perayaan ini bukan hanya milik saudara-saudara Tionghoa, tetapi milik kita semua. Ini adalah animasi kebersamaan yang membangun Makassar sebagai kota toleran, tanpa membedakan agama, suku, maupun warna kulit. Terlebih lagi, kegiatan ini bertepatan dengan Ramadan, yang menunjukkan bahwa semua bisa tumbuh dan membangun bersama,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui partisipasi pelaku UMKM.

Kehadiran Kakankemenag Kota Makassar, H. Muhammad, bersama jajaran Kemenag menjadi wujud komitmen dalam menjaga dan mengawal moderasi beragama di tengah masyarakat.

Dalam keterangannya, H. Muhammad menegaskan Kemenag Kota Makassar hadir untuk memastikan nilai moderasi beragama terus hidup dalam praktik nyata. Festival Cap Go Meh yang berlangsung di bulan Ramadan ini adalah bukti bahwa harmoni bukan sekadar slogan, tetapi budaya yang kita rawat bersama.

“Kami siap terus bersinergi dengan seluruh elemen umat beragama demi menjaga kedamaian dan persaudaraan di Kota Makassar.”jelasnya

Festival Cap Go Meh 2577/2026 ini menjadi bukti bahwa Makassar tidak hanya merayakan keberagaman secara simbolik, tetapi juga memperkuatnya melalui aksi nyata, kolaborasi lintas iman, dan kepedulian sosial. Momentum ini diharapkan semakin memperkokoh persatuan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Comment