MEDIAWARTA,MAKASSAR,-Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, H. Muhammad, menegaskan pentingnya menjaga dan menguatkan kerukunan umat beragama dalam momentum Perayaan Hari Raya Nyepi dan Dharma Santi Tahun Baru Caka 1948/2026 M tingkat Kota Makassar.
“Kerukunan harus terus kita gaungkan, karena masih ada sikap eksklusif dalam beragama, bahkan hingga muncul kekerasan atas nama agama. Ini menjadi tugas kita bersama untuk meluruskan,” tegasnya saat menyampaikan sambutan mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Harper Perintis Makassar, Jumat (3/4/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Makassar ini mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam, Satu Bumi Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju” dan dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Forkopimda Provinsi dan Kota Makassar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Ketua FKUB Provinsi dan Kota, serta para pimpinan majelis agama
Dalam sambutannya, H. Muhammad menyampaikan bahwa dirinya hadir mewakili Kakanwil Kemenag Sulsel yang sedang melaksanakan tugas di Luwu Timur. Ia menekankan bahwa Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah daerah dalam mengampanyekan moderasi beragama.
Menurutnya, ada beberapa alasan mengapa kerukunan harus terus diperkuat di tengah masyarakat. Pertama, masih adanya sikap eksklusif dalam beragama yang tidak membuka ruang toleransi terhadap perbedaan keyakinan.
“Kita tidak boleh merasa paling benar sendiri hingga menutup ruang bagi orang lain. Urusan surga itu adalah hak Tuhan, bukan manusia,” ujarnya.
Kedua, masih adanya tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama. Ia menegaskan bahwa hal tersebut menjadi tanggung jawab seluruh tokoh agama untuk meluruskan pemahaman umat agar kembali kepada ajaran agama yang damai.
“Kalau umat jauh dari ajaran agamanya yang sebenarnya, berarti kita sebagai pembimbing umat belum maksimal,” tambahnya.
Ketiga, ia menyoroti tantangan generasi muda yang memahami ajaran agama, namun belum diimbangi dengan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Agamanya bagus, tetapi kecintaan terhadap NKRI kurang. Ini yang harus kita jaga bersama agar tidak muncul paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun keharmonisan antarumat beragama melalui berbagai kegiatan keagamaan dan festival keagamaan lintas agama.
Perayaan Nyepi sendiri memiliki rangkaian kegiatan spiritual seperti Melasti, Tawur atau Pencaruan, Catur Brata Penyepian, dan Ngembak Geni yang menjadi momentum refleksi diri serta mempererat kebersamaan melalui Dharma Santi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat “Satu Bumi Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju, “dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Makassar, sehingga tercipta suasana yang damai, harmonis, dan penuh toleransi antarumat beragama.

Comment