MEDIAWARTA, MAROS – Anto, pembudidaya ikan nila di Dusun Bombongi, Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Maros, kini tersenyum lega setelah produksi tambaknya melonjak tajam hingga 40 ton dalam empat bulan.
Dengan memelihara puluhan ribu ekor ikan nila dan harga jual rata-rata Rp28 ribu per kilogram, omzetnya menembus Rp280 juta dari modal awal Rp150 juta.
Sejak menggunakan listirik dengan tarif murah dari PLN, Poduktivitas tambaknya meningkat drastis sejak menggunakan kincir, yang membuat pertumbuhan ikan lebih cepat dan volume panen jauh lebih besar.
Sebelumnya, biaya operasionalnya membengkak karena harus menggunakan genset berbahan bakar minyak (BBM) yang tidak ramah lingkungan.
Manager PLN Maros, Sadrach, mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan produksi UMKM dan industri kecil, termasuk sektor budidaya ikan air tawar di Maros.
“Keberhasilan Pak Anto dapat menginspirasi perluasan lahan, penambahan kincir listrik, dan penguatan program CSR PLN agar semakin banyak pembudidaya yang merasakan manfaat akses energi,” ungkapnya, Senin (1/12/2025).
“Masuknya tarif listrik murah PLN ke area tambak menjadi langkah penting dalam memajukan ekonomi lokal sekaligus memastikan para pembudidaya memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar,” tutupnya.

Comment