MEDIAWARTA,-Di bawah terik matahari, ratusan prajurit Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) membuktikan dedikasi tanpa batas dalam gelaran Latihan Penanggulangan Huru-Hara (PHH) dan Penanggulangan Kebakaran (PEK) bertempat di Lapangan Arafuru Kodaeral VI, Rabu (04/03/2026).
Bukan sekadar latihan rutin, kegiatan ini merupakan manifestasi kekuatan TNI AL dalam merespons ancaman keamanan dan situasi kontinjensi di wilayah strategis Kodaeral VI. Dengan penuh determinasi, para prajurit melahap skenario eskalasi massa dan ancaman kebakaran hebat yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan nyali baja.
Latihan diawali dengan simulasi pengendalian massa (Dalmas). Menggunakan perlengkapan PHH lengkap, prajurit membentuk formasi taktis yang solid untuk meredam gangguan keamanan. Tak berhenti di situ, intensitas latihan meningkat saat simulasi penanggulangan kebakaran (PEK) dimulai.
Prajurit dituntut menguasai Teknik Dasar PHH seperti latihan penguasaan formasi dan taktik pengendalian massa yang terukur dan Aksi Cepat PEK dengan pengenalan alat, klasifikasi kebakaran, hingga praktik pemadaman api menggunakan peralatan canggih secara efektif.
Setiap tahapan dilaksanakan dengan disiplin tinggi, memastikan bahwa setiap personel mampu bertindak sesuai prosedur operasional standar (SOP) meski berada di bawah tekanan tinggi.
Di tempat terpisah, Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., memberikan pernyataan tegas terkait urgensi latihan ini bagi kedaulatan wilayah.
“Latihan ini bukan sekadar rutinitas, namun wujud komitmen kita dalam menjaga kesiapan operasional satuan. Setiap prajurit adalah garda terdepan yang harus selalu siap menghadapi dinamika tugas di lapangan yang kian kompleks,” tegas Dankodaeral VI.
Rangkaian latihan ditutup dengan evaluasi menyeluruh untuk memastikan faktor keamanan personel dan material tetap menjadi prioritas utama. Melalui latihan ini, Kodaeral VI kembali menegaskan posisinya sebagai satuan yang profesional, tangguh, dan selalu siap sedia melindungi kepentingan negara dari segala bentuk gangguan keamanan maupun bencana.#tnial_kodaeralvi

Comment