MEDIAWARTA,MAKASSAR,-Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) melakukan kunjungan kerja terhadap kondisi lingkungan dan pengelolaan sampah di TPA Antang, Makassar, pada Jumat (6/2). Langkah ini diambil guna memastikan daya dukung lingkungan tetap terjaga demi keberlanjutan sektor pangan nasional, mengingat TPA Antang kini menampung beban berat mencapai 800 hingga 1.000 ton sampah per hari.
Kondisi kritis tersebut menuntut percepatan transisi dari sistem open dumping menuju tata kelola modern yang lebih berkelanjutan agar lahan tidak segera mencapai titik jenuh.
Urgensi pembenahan di hilir ini berkaitan erat dengan tantangan food loss and waste yang menjadi perhatian serius pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. Sebagai langkah antisipasi, Menko Pangan mendorong pengurangan timbulan sampah mulai dari tingkat hulu atau rumah tangga melalui optimalisasi pengolahan limbah organik.
Metode seperti pemanfaatan eco-enzyme, penggunaan komposter, hingga budidaya maggot diproyeksikan menjadi solusi efektif untuk menekan volume sampah yang berakhir di pembuangan akhir.
Penerapan teknologi berbasis organik ini bukan sekadar upaya pengurangan limbah, melainkan manifestasi nyata dari ekonomi sirkular yang berdampak langsung pada sektor pertanian dan perikanan.
Menko Pangan menjelaskan bahwa budidaya maggot, misalnya, mampu memproduksi pakan alternatif bernutrisi tinggi bagi ternak sekaligus menghasilkan pupuk organik berkualitas. Sinergi inilah yang diharapkan dapat memperkuat kemandirian pangan nasional melalui pemanfaatan sumber daya yang ada secara efisien.
Guna mendukung transformasi tersebut, Menko Pangan mengapresiasi langkah progresif Pemerintah Kota Makassar dalam mengatasi berbagai kendala teknis dan infrastruktur di TPA Antang. Beberapa terobosan penting telah dilakukan, mulai dari realisasi pembebasan lahan seluas 2,8 hektar untuk pengembangan teknologi pengolahan, hingga pembukaan jalur akses baru di sisi timur untuk mengurai antrean panjang armada sampah.
Selain itu, penguatan logistik melalui penambahan 50 unit motor roda tiga dan 9 mobil sampah menjadi bukti keseriusan dalam memperbaiki manajemen kebersihan kota.
Tidak hanya berhenti pada penanganan konvensional, Menko Pangan mendorong Kota Makassar bertransformasi ke pengelolaan sampah berbasis energi atau Waste-to-Energy.
Rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang kini menjadi prioritas utama. Menko meminta agar seluruh kriteria kesiapan segera dilengkapi, Pemkot Makassar diminta untuk menyediakan lahan seluas 6,2 hektar di sekitar TPA Antang untuk pembangunan PSEL ini.

Comment