MEDIAWARTA,-Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar H. Muhammad, S.Ag., M.Ag mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi negatif dan hoaks yang beredar di media sosial karena dapat memicu perpecahan, intoleransi, hingga radikalisme di tengah kehidupan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam program dialog interaktif Titian Ilahi yang disiarkan langsung dari Studio Pro 1 RRI Makassar Jalan Riburane Nomor 3 Makassar, Jumat (08/05/2026), bersama host Arfan Yusri dengan tema “Peran Strategis Pendidikan Agama Dalam Menciptakan Kehidupan Yang Toleransi.”
Dalam dialog tersebut, H. Muhammad menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital membawa tantangan besar bagi kehidupan sosial dan kerukunan umat beragama karena masyarakat saat ini sangat mudah menerima berbagai informasi tanpa proses penyaringan yang baik.“Kita tidak boleh mudah terpengaruh informasi negatif di media sosial. Semua harus disaring dengan baik sebelum dipercaya atau disebarkan kepada orang lain,” tegasnya.
Menurutnya, penyebaran hoaks bernuansa agama maupun isu provokatif dapat dengan cepat memengaruhi pola pikir masyarakat jika tidak diimbangi dengan pendidikan agama yang moderat dan penguatan literasi digital.
Ia menjelaskan bahwa Kementerian Agama Kota Makassar saat ini terus memperkuat edukasi moderasi beragama melalui pendidikan formal, nonformal, hingga ruang digital agar masyarakat mampu memilah informasi secara bijak.“Sekarang pendidikan bukan hanya di sekolah dan lingkungan masyarakat, tetapi juga di ruang digital. Karena itu masyarakat harus cerdas dan kritis dalam menerima informasi,” ujarnya.
H. Muhammad juga menyoroti pentingnya peran tokoh agama, guru agama, penyuluh agama, dan pengurus rumah ibadah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpapar paham radikal maupun ajaran intoleran yang berkembang melalui media sosial.
Menurutnya, rumah ibadah dan lembaga pendidikan harus menjadi pusat penguatan nilai perdamaian, persaudaraan, dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat.“Tokoh agama memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga masyarakat tetap damai dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah persatuan,” katanya
Ia menambahkan bahwa pendidikan agama berbasis cinta dan moderasi beragama harus terus diperkuat sejak dini agar generasi muda memiliki karakter yang terbuka, menghargai perbedaan, serta mampu menjaga persatuan bangsa.
Dalam kesempatan itu, H. Muhammad juga mengajak masyarakat untuk aktif menjaga suasana harmonis di lingkungan masing-masing dengan mengedepankan dialog, tabayun, dan penyelesaian masalah secara damai.“Kalau ada informasi yang belum jelas, jangan langsung percaya. Cari tahu dulu kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” pesannya.
Melalui program siaran tersebut, Kementerian Agama Kota Makassar berharap masyarakat semakin bijak menggunakan media sosial, mampu menangkal hoaks dan paham radikal, serta terus menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Makassar.

Comment