Pegadaian Kanwil Makassar Catat Omzet Rp20,19 Triliun hingga April 2026, Investasi Emas Makin Diminati

MEDIAWARTA, MAKASSAR — PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Makassar yang membawahi wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku mencatatkan kinerja bisnis yang gemilang sepanjang empat bulan pertama 2026. Hingga 30 April 2026, total omzet seluruh produk Pegadaian di wilayah tersebut menembus Rp20,19 triliun.

Capaian tersebut memperlihatkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pembiayaan dan investasi yang ditawarkan Pegadaian, sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu lembaga keuangan berbasis inklusi terbesar di kawasan Indonesia Timur.

Pertumbuhan bisnis juga tercermin dari meningkatnya jumlah nasabah pembiayaan yang kini mencapai 1.484.816 orang. Angka tersebut menjadi indikator semakin luasnya jangkauan layanan Pegadaian dalam mendukung kebutuhan finansial masyarakat.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI Makassar, Pratikno, menyebut pencapaian tersebut tidak lepas dari konsistensi perusahaan dalam menghadirkan layanan yang cepat, mudah, dan terpercaya.

“Capaian omzet Rp20,19 triliun per April 2026 ini menunjukkan bahwa Pegadaian semakin relevan di mata masyarakat, baik sebagai penyedia solusi pembiayaan maupun sebagai mitra investasi emas yang terpercaya. Kami akan terus menjaga momentum ini dengan meningkatkan kualitas layanan di setiap touchpoint outlet kami,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Investasi Emas Jadi Motor Pertumbuhan

Produk investasi emas menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan Pegadaian sepanjang 2026. Hingga April, produk Tabungan Emas Pegadaian mencatatkan 412.181 rekening aktif dengan total saldo mencapai 938.413 gram emas.

Sementara produk Cicil Emas Pegadaian membukukan omzet sebesar Rp936,96 miliar. Tingginya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi dan aset lindung nilai (safe haven) juga mendorong pertumbuhan produk Deposito Emas.

Saat ini, Deposito Emas Pegadaian telah memiliki 8.816 rekening dengan total gramasi mencapai 117.074 gram emas.

Menurut Pratikno, kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian membuat masyarakat semakin memilih emas sebagai instrumen investasi jangka panjang yang dinilai lebih aman dan stabil.

Pegadaian Prediksi Harga Emas Terus Menguat

Pegadaian juga memproyeksikan harga emas global masih berpotensi mengalami kenaikan sepanjang 2026. Prediksi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor global seperti ketegangan geopolitik, kebijakan suku bunga The Fed, fluktuasi harga minyak dunia, hingga risiko krisis ekonomi internasional.

Dalam skenario moderat, harga emas diperkirakan berada di kisaran US$4.500 hingga US$4.800 per troy ounce. Sementara pada skenario optimistis, harga emas bahkan berpotensi menembus US$5.500 per troy ounce apabila terjadi eskalasi konflik global dan penurunan agresif suku bunga Amerika Serikat.

Pratikno menjelaskan bahwa emas masih menjadi instrumen investasi paling dipercaya karena memiliki nilai intrinsik yang stabil, pasokan terbatas, serta likuiditas tinggi yang diterima secara global.

“Di tengah berbagai ketidakpastian global, Pegadaian hadir sebagai solusi dan sahabat finansial masyarakat melalui layanan investasi emas yang aman dan terpercaya. Kami akan terus melayani dengan sepenuh hati agar masyarakat merasa nyaman dan aman dalam merencanakan masa depan finansialnya,” katanya.

Perkuat Ekosistem Digital Lewat Aplikasi Tring!

Selain memperkuat bisnis emas, Pegadaian juga terus mendorong transformasi digital melalui aplikasi Tring!. Hingga April 2026, jumlah instalasi aplikasi tersebut telah mencapai 389.831 pengguna.

Aplikasi Tring! menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan layanan keuangan digital yang lebih praktis dan mudah diakses, khususnya bagi generasi muda yang mulai aktif berinvestasi.

Melalui kombinasi layanan pembiayaan, investasi emas, dan transformasi digital, Pegadaian optimistis mampu terus memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat ekosistem investasi masyarakat di kawasan timur Indonesia.

Comment