MEDIAWARTA, MAKASSAR — Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar dipercaya menjadi tuan rumah Grand Launching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Jalur Seleksi Bersama Masuk (SBM) Poltekpar Tahun Akademik 2026/2027, Rabu (11/2/2026).
Agenda ini menandai dimulainya proses seleksi nasional calon mahasiswa pendidikan vokasi pariwisata secara terpusat di seluruh Indonesia.
Peluncuran SBM digelar secara hybrid dengan partisipasi daring Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, serta Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa. Secara luring, hadir Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Martini Mohammad Paham, bersama para direktur enam Poltekpar di bawah naungan Kementerian Pariwisata.
Direktur Poltekpar Makassar, Dr. Herry Rachmat Widaja, MM.Par., CHE., yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksanaan SBM, menegaskan bahwa sistem seleksi bersama merupakan bentuk komitmen kolektif menghadirkan proses penerimaan mahasiswa yang transparan, akuntabel, dan berbasis mutu.
“SBM menjadi langkah strategis untuk memastikan rekrutmen berjalan objektif dan terstandar secara nasional. Kami ingin melahirkan sumber daya manusia pariwisata yang kompeten dan mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Tahun akademik 2026/2027, Poltekpar di seluruh Indonesia menyediakan total 3.610 kursi mahasiswa baru yang tersebar di enam kampus utama, yakni Bandung, Bali, Medan, Makassar, Palembang, dan Lombok, serta dua Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Sragen dan Manado. Dari jumlah tersebut, 60 persen atau 2.166 kursi dialokasikan melalui jalur SBM, sementara 40 persen sisanya melalui Seleksi Mandiri Masuk (SMM).
Panitia menargetkan jumlah pendaftar jalur SBM mencapai 3.791 orang atau sekitar 175 persen dari kuota yang tersedia. Target ini diharapkan mampu menjaring calon mahasiswa terbaik dengan kompetensi dan motivasi tinggi di bidang pariwisata.
Proses seleksi diawali dengan pendaftaran daring mulai 11 Februari hingga 1 Mei 2026. Peserta selanjutnya mengikuti sosialisasi serta simulasi ujian sebelum menjalani tes berbasis online pada 11–14 Mei 2026. Materi seleksi meliputi Tes Potensi Skolastik, literasi Bahasa Inggris, psikotes, hingga wawancara di kampus pilihan. Hasil akhir seleksi dijadwalkan diumumkan pada 12 Juni 2026.
Dari sisi kualitas akademik, Poltekpar juga menunjukkan capaian signifikan. Dari total 46 program studi yang tersedia, sebanyak 34 program atau 73,91 persen telah meraih akreditasi Unggul dari BAN-PT. Program studi seperti Usaha Perjalanan Wisata, Destinasi Pariwisata, Divisi Kamar, dan Tata Hidang menjadi pilihan favorit karena dinilai relevan dengan kebutuhan industri.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohammad Paham, menyampaikan bahwa SBM merupakan strategi nasional untuk menciptakan proses seleksi yang adil dan merata di seluruh Indonesia. Ia berharap kampus-kampus Poltekpar mampu menjadi pusat pengembangan talenta unggul yang memperkuat daya saing pariwisata nasional.
Menutup rangkaian peluncuran, Dr. Herry mengajak generasi muda untuk melihat pendidikan vokasi pariwisata sebagai pilihan strategis masa depan. Ia menegaskan komitmen Poltekpar sebagai kampus yang menyiapkan lulusan “Siap Kerja, Siap Berwirausaha, dan Siap Mendunia.”

Comment