Menjaga Alam adalah Swadarma: ASN Kemenag Makassar Paparkan Ekoteologi Hindu di RRI

MEDIAWARTA,MAKASSAR— Menjaga kelestarian alam bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga bagian dari ibadah dan nilai spiritual keagamaan. Pesan tersebut disampaikan oleh ASN Kementerian Agama Kota Makassar, Dr. I Gst Ayu Uik Astuti, saat menjadi narasumber pada dialog keagamaan di Studio Pro 1 RRI Makassar, Jalan Riburane No. 3, Kota Makassar, Rabu (11/2/2026).

Dalam pemaparannya yang mengangkat tema “Nilai-Nilai Spiritual dalam Ekoteologi: Perspektif Hindu”, Ayu Uik Astuti menjelaskan bahwa ajaran Hindu memiliki landasan teologis yang kuat dalam menjaga harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam semesta.

Ia menguraikan konsep Tri Hita Karana, yakni tiga penyebab kebahagiaan yang menjadi prinsip hidup umat Hindu, meliputi harmoni dengan Tuhan (Parahyangan), harmoni dengan sesama manusia (Pawongan), dan harmoni dengan alam (Palemahan). Menurutnya, ekoteologi merupakan wujud nyata dari implementasi harmoni dengan alam

“Alam adalah tempat manusia hidup. Ketika alam rusak, manusia pula yang akan merasakan dampaknya. Karena itu, menjaga lingkungan merupakan kewajiban moral dan spiritual,” jelasnya.

Ayu Uik Astuti juga menyinggung cara pandang manusia terhadap alam yang kerap keliru, yakni melihat alam semata sebagai objek ekonomi. Pola pikir tersebut, menurutnya, menjadi salah satu penyebab krisis ekologi akibat eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam.

Lebih lanjut, ia mengutip sejumlah landasan kitab suci Weda yang menegaskan hubungan spiritual manusia dengan alam. Dalam Atharva Veda XII.1.12, disebutkan bahwa bumi adalah ibu dan manusia adalah anaknya. Sementara dalam Rgveda X.97.4, tumbuh-tumbuhan dipandang sebagai ibu karena memberi kehidupan dan melindungi alam semesta.

“Konsep ini menegaskan bahwa merusak alam sama halnya dengan melanggar Dharma atau kewajiban moral manusia,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai spiritual dalam ekoteologi Hindu juga tercermin dalam ajaran Yajna sebagai wujud rasa syukur, Ahimsa atau tanpa kekerasan termasuk terhadap alam, serta pandangan bahwa bumi adalah rumah bersama yang harus dijaga keberlanjutannya.

Melalui dialog ini, Ayu Uik Astuti mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan ajaran agama sebagai dasar dalam membangun kesadaran lingkungan. Menurutnya, pelestarian alam membutuhkan peran aktif semua pihak agar bumi tetap lestari bagi generasi mendatang.

Dialog keagamaan di RRI Makassar ini diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya integrasi nilai-nilai spiritual dan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari kehidupan beragama yang moderat dan berkelanjutan.

Comment