MEDIAWARTA, MAKASSAR — Suasana haru menyelimuti sebuah rumah sederhana di kawasan Perumnas Panakkukang, Makassar, Senin (11/5/2026) siang.
Di usia 91 tahun, H. Abdul Wahid Walangadi tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya saat menerima kunjungan jajaran Direksi Dana Pensiun Semen Tonasa.
Mantan pegawai manajemen PT Semen Tonasa yang telah pensiun sejak 1990 itu dikunjungi langsung Direktur Utama Dana Pensiun Semen Tonasa, A. Chaeruddin, bersama jajaran direksi dan staf dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-49 Dana Pensiun Semen Tonasa.
Kunjungan berlangsung hangat di kediaman Abdul Wahid Walangadi di kawasan Tidung IV, Perumnas Panakkukang, Makassar. Di rumah tersebut, ia tinggal bersama sang istri tercinta, Hj. Fien Walangadi (84), serta didampingi anak-anaknya.
“Alhamdulillah, kami sekeluarga benar-benar tidak menyangka. Setelah 36 tahun pensiun, di usia seperti ini kami masih mendapat perhatian dari Tonasa, khususnya Direktur Utama dan jajaran Dana Pensiun,” ujar Abdul Wahid Walangadi dengan mata berkaca-kaca.
Momen penuh kekeluargaan itu turut disaksikan putra-putrinya, Merico Walangadi, Latifa Walangadi, Yukoana Walangadi, dan Awal Walangadi yang mendampingi sang ayah menerima kunjungan tersebut.
Direktur Utama Dana Pensiun Semen Tonasa, A. Chaeruddin, mengatakan kunjungan itu merupakan bentuk penghormatan kepada para pensiunan senior yang telah berjasa membangun perusahaan sejak masa awal berdiri.
“Kami datang sebagai bentuk penghormatan kepada senior kami yang telah memberikan kontribusi besar bagi perusahaan. Ini juga menjadi bagian dari silaturahmi dalam momentum HUT ke-49 Dana Pensiun Semen Tonasa,” ujarnya.
Menurut Chaeruddin, Abdul Wahid Walangadi dipilih karena merupakan salah satu penerima manfaat pensiun paling senior yang masih berdomisili di Makassar. Ia menyebut, terdapat pula pensiunan senior lainnya yang tinggal di luar Sulawesi Selatan, termasuk di Minahasa, Sulawesi Utara.
Peringatan HUT Dana Pensiun Semen Tonasa tahun ini mengusung tema “Discipline to Create Sustainable Value” atau disiplin untuk menciptakan nilai berkelanjutan. Tema tersebut menjadi refleksi pentingnya menjaga keberlanjutan pelayanan kepada para pensiunan.
Selain bersilaturahmi, rombongan Dana Pensiun Semen Tonasa juga menyerahkan bingkisan sebagai bentuk perhatian dan penghargaan kepada Abdul Wahid Walangadi beserta keluarga.
Sebagai informasi, Abdul Wahid Walangadi merupakan bagian dari generasi awal karyawan manajemen PT Semen Tonasa, perusahaan semen terbesar di kawasan timur Indonesia yang berdiri pada 2 November 1968 di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Perusahaan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional, khususnya di wilayah Indonesia Timur, dan hingga kini tetap menjadi salah satu industri strategis di Sulawesi Selatan.

Comment