Perspektif Medix mengenai Lanskap Kesehatan Indonesia,Peran AI dalam Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan di Nusantara

MEDIAWARTA,-Medix Global menyelenggarakan sebuah diskusi bertajuk ”Perspektif Medix Tentang Lanskap Kesehatan Indonesia dan Bagaimana AI Mendefinisikan Ulang Layanan Kesehatan”. Pertemuan ini menjadi spesial karena menawarkan kesempatan unik bagi media nasional untuk berdiskusi dengan jajaran pimpinan dan pakar kesehatan Medix, termasuk Founder dan CEO Medix Global Sigal Atzmon dan Chief Business Officer Medix Global, Jonathan Sternberg. Diskusi ini akan mengulas tantangan dan peluang di sektor kesehatan dan asuransi Indonesia, sekaligus membahas bagaimana pemanfaatan AI membentuk ulang model layanan dan keterlibatan dalam perawatan kesehatan.

Medix merupakan perusahaan manajemen medis pelopor yang berkomitmen memanfaatkan sains mutakhir, keahlian klinis, terapi inovatif, digitalisasi, dan teknologi untuk menjawab kebutuhan kesehatan paling krusial. Sejak 2006, Medix telah mentransformasi layanan kesehatan bagi jutaan orang melalui solusi medis yang personal, berbasis data, dan lintas batas.

Dalam beberapa tahun terakhir, Medix bekerja secara erat dengan para mitra di Indonesia, termasuk perusahaan asuransi dan reasuransi terkemuka, untuk menghadirkan model dan solusi baru yang bertujuan meningkatkan keterjangkauan layanan kesehatan serta menciptakan sistem kesehatan yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.

Medix sendiri memandang Indonesia sebagai salah satu pasar terpenting di Asia Tenggara. Perekonomian Indonesia secara jelas membuktikan posisinya sebagai pemain ekonomi utama, dengan menempati urutan ke-8 terbesar dunia berdasarkan pendapatan domestik bruto (GDP) pada 2024-2025; menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di kawasan ini dan bagian dari G20. Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu negara berpendapatan tertinggi pada 2045. Meskipun Indonesia berada pada posisi ke-17 berdasarkan nominal PDB, kekuatan daya beli masyarakatnya menempatkan ia pada posisi yang jauh lebih tinggi, bahkan melampaui negara-negara seperti Inggris dan Perancis.

Di balik pencapaian tersebut, kondisi sistem kesehatan Indonesia dan tren inflasi biaya medis terus meningkat sehingga masih menjadi tantangan signifikan dalam mewujudkan potensi Indonesia secara optimal. Situasi ini sekaligus menghadirkan hambatan dan peluang inovatif bagi penyedia layanan kesehatan. Perkembangan terbaru terkait AI, peningkatan kapabilitas penyedia layanan kesehatan lokal, dan arah kebijakan yang kuat dari OJK menjadi alasan untuk optimisme yang terukur dalam jangka panjang.

AI dan digitalisasi secara keseluruhan bagi sistem kesehatan Indonesia terus berprogres dan telah memberikan dampak nyata. Baik pemerintah maupun sektor swasta meluncurkan berbagai inisiatif transformasi digital yang berfokus meningkatkan diagnosis, pengelolaan penyakit kronis, optimalisasi administrasi, serta perluasan akses layanan kesehatan. UU Cipta Kerja dan ekspansi BPJS turut mengubah lanskap regulasi, mendorong kolaborasi yang terus bertumbuh antara pihak pemerintah dan swasta.

Meski memiliki potensi yang besar, sistem tersebut masih menghadapi macam-macam tantangan, seperti ketimpangan akses, keterbatasan nakes, kurangnya transparansi dan keseragaman data, serta tingginya biaya yang harus ditanggung. Penerapan AI yang bertanggung jawab sekaligus terarah dapat mengurangi sebagian dari tantangan tersebut.

Sekarang ini masih dilakukan finalisasi perhitungan, namun, sejumlah sumber menunjukkan adanya inflasi biaya medis di Indonesia mencapai 19,8% pada 2025. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata kenaikan sebesar 13,2% pada negara Asia lainnya. Sebagai antisipasi, hampir seluruh perusahaan asuransi kesehatan menyesuaikan harga produk mereka sehingga terjadi kenaikan premi yang signifikan, bahkan mencapai 100% untuk beberapa produknya.

Saat ini, OJK memperkenalkan syarat dan regulasi baru, seperti adanya penerapan biaya co-pay bagi pemegang polis dan mewajibkan seluruh perusahaan asuransi untuk memiliki dewan penasihat kesehatan. Kebijakan ini bertujuan memberikan panduan dan mengawasi pelaku asuransi dengan lebih kuat, mengingat setiap nasabah mengelola ekosistem kesehatannya masing-masing.

Founder dan CEO Medix Global Sigal Atzmon menegaskan, “Tahun 2025 menjadi tahun yang sangat penting bagi Medix di Indonesia. Kami menjalin kemitraan baru dan meluncurkan aplikasi milik Medix yang sepenuhnya tersedia dalam Bahasa Indonesia. Aplikasi ini memanfaatkan solusi digital canggih untuk memastikan setiap konsumen di Indonesia dapat mengelola perawatan kesehatannya secara personal dan menyeluruh.

Kami selalu berfokus menghadirkan solusi yang tidak hanya meningkatkan hasil kesehatan, tetapi juga membantu mengendalikan inflasi biaya medis serta memastikan keberlanjutan sistem kesehatan. Dari perspektif ini, AI membuka peluang yang sangat besar. Saat ini kami bekerja sama dengan berbagai mitra untuk mengimplementasikan solusi inovatif yang benar benar memberikan dampak nyata bagi pasien, penyedia layanan, dan ekosistem kesehatan secara keseluruhan.”

“Di Medix, kami telah memanfaatkan AI dan analitik data yang dipadukan dengan sentuhan manusia untuk menghadirkan layanan kesehatan virtual yang personal, mulai dari navigasi perawatan, pencegahan, dukungan kesehatan mental, hingga menghubungkan pengguna dengan keahlian medis global melalui aplikasi kami.

Kami juga menganalisis data yang dipublikasikan dalam literatur medis mengenai dampak penggunaan clinical decision support berbasis large language model dalam praktik layanan kesehatan. Berbagai solusi kami telaah sebagai lapisan pengaman bagi tenaga medis, khususnya dalam mengidentifikasi potensi bias dan kesalahan dalam dokumentasi maupun pengambilan keputusan klinis.

Selain itu, kami menelaah bagaimana AI dapat terintegrasi secara efektif dalam alur kerja klinis, dengan berperan aktif hanya saat dibutuhkan dan memperkuat pertimbangan klinis. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tenaga medis yang didukung solusi AI cenderung melakukan lebih sedikit kesalahan, baik dalam proses diagnosis maupun dalam rekomendasi pengobatan.”

Sigal menambahkan, “Dari radiologi dan patologi berasis AI, analisis data genetik, validasi pedoman medis, hingga penyaringan uji klinis global serta analisa metadata, perangkat kami telah dirancang untuk menguji setiap opini medis secara cermat, baik penilaian dari rumah sakit maupun nakes terpercaya. Bersama dengan ahli medis kami, perangkat tersebut dapat mengungkap hasil terbaik bagi para pasien. Sehingga, perangkat ini bukan hanya sekadar melengkapi tim medis kami, namun juga memberdayakan mereka.”

Chief Business Officer Medix Global Jonathan Sternberg juga memperjelas pentingnya kualitas dan transparansi dalam layanan kesehatan. “Solusi berbasis AI dan data mampu mentransformasi seluruh rantai nilai bagi konsumen kesehatan dan asuransi kesehatan. Kita perlu beralih dari sekadar mengejar tren inflasi biaya medis, menuju pemberian sarana bagi masyarakat untuk mengelola kesehatannya secara personal, transparan, dan berkelanjutan; mulai dari pencegahan, penanganan kondisi medis, hingga pemilihan layanan yang tepat. Dalam banyak kasus di Indonesia, pasien sebenarnya dapat dirawat dengan sangat baik di dalam negeri dengan biaya yang jauh lebih rendah dibanding di luar. Sayangnya, belum tercipta tingkat kepercayaan kuat serta terbatasnya akses mendapatkan layanan tersebut dan salah satu misi Medix adalah mendukung lanskap layanan kesehatan lokal serta mengurangi perjalanan ke luar untuk mendapatkan perawatan kesehatan.”

”Terlepas dari performa ekonomi Indonesia yang mengesankan, terjadi inflasi terhadap biaya medis sebesar 13-20% per tahun yang menunjukkan ketidaksinambungan, ini berisiko membuat semakin banyak masyarakat tidak mampu mengakses perlindungan kesehatan yang memadai, alih-alih meningkatkan penetrasi asuransi. Saya sangat mengapresiasi bagaimana perusahaan asuransi serta Otoritas Jasa Keuangan secara aktif mengevaluasi tantangan ini. Kami menantikan untuk melanjutkan kolaborasi ini di tahun 2026 dan seterusnya, karena masih banyak pekerjaan penting yang perlu dilakukan.”

Sejak hadir di Indonesia pada 2019 dan mendukung para konsumen kami selama lebih dari 12 tahun melalui kantor pusat regional, Medix berhasil membantu 20.3% anggotanya terhindar dari biaya yang tidak perlu serta tindakan medis besar yang sebenarnya dapat dihindari. Selain itu, 51% anggota menerima rencana perawatan yang lebih akurat dan personal, sementara Medix memberikan dampak pada proses diagnosis dalam 21.7% kasus medis.

Program layanan kanker kami telah menyelamatkan dan berdampak pada begitu banyak nyawa dengan memberikan hasil penanganan yang baik, yaitu sebanyak 37% kasus. Dalam layanan perawatan preventif, Medix berhasil menghindari atau mengurangi skrining yang tidak diperlukan pada 54.1% kasus. Dari mereka yang menjalani skrining, 27.5% teridentifikasi memiliki risiko sedang hingga tinggi terhadap kondisi sindrom metabolik, sehingga memungkinkan intervensi yang lebih tepat sejak dini.

Pada manajemen penyakit kronik, Medix telah menghasilkan hasil signifikan dengan 37% kasus mengalami penyembuhan total dari kondisi kronis, 92% kasus mengalami perbaikan indikator kesehatan dalam 6 bulan, termasuk kondisi tekanan darah (BP) dan HbA1c (Hemoglobin A1c) yang membaik. Sebanyak 87% klien kami juga telah mengubah gaya hidupnya sesuai rekomendasi Medix dan disiplin dalam menerapkannya.

Klien Medix di Indonesia mencakup perusahaan asuransi terkemuka, perusahaan reasuransi, broker, serta korporasi besar.

Indonesia tetap menjadi salah satu pasar yang difokuskan Medix di Asia Tenggara dan kami berkomitmen untuk memastikan sistem kesehatan negara ini terus berkembang, dapat diakses semua orang, dan berkelanjutan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comment