Kinerja 2025 Solid, PT Vale Indonesia Cetak Laba Bersih US$76,1 Juta di Tengah Tekanan Harga Nikel

MEDIAWARTA, MAKASSAR – PT Vale Indonesia Tbk (IDX: INCO) menutup tahun 2025 dengan kinerja yang solid, mencerminkan ketangguhan perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar global sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Hasil keuangan yang telah diaudit menunjukkan peningkatan produksi, efisiensi biaya, serta laba bersih yang tumbuh signifikan di tengah tekanan harga komoditas.

Sepanjang 2025, PT Vale mencatat produksi nikel dalam matte sebesar 72.027 metrik ton, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 71.311 ton.

Meski produksi kuartal IV mengalami penurunan akibat pembangunan kembali Furnace 3, secara tahunan kinerja operasional tetap menunjukkan tren positif berkat pengelolaan produksi yang efisien dan terukur.

Tidak hanya mengandalkan produksi utama, PT Vale juga mulai memperluas portofolio bisnis melalui penjualan bijih nikel saprolit.

Sepanjang tahun, volume penjualan mencapai 2,31 juta wet metric ton, dengan kontribusi terbesar berasal dari Blok Bahodopi.

Langkah ini menjadi sumber pendapatan baru yang memperkuat diversifikasi bisnis perusahaan di sektor hilirisasi.

Dari sisi keuangan, PT Vale membukukan pendapatan sebesar US$990,2 juta, meningkat 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pencapaian ini diraih meski harga rata-rata nikel matte turun menjadi US$12.157 per ton. Kenaikan pendapatan ditopang oleh volume pengiriman yang lebih tinggi serta penyesuaian tingkat payability yang mulai berlaku sejak pertengahan tahun.

Efisiensi biaya menjadi salah satu kunci kinerja positif Perseroan. PT Vale berhasil menekan biaya kas penjualan menjadi US$9.339 per ton, level terendah dalam empat tahun terakhir.

Disiplin pengelolaan biaya ini turut mendorong pencapaian EBITDA sebesar US$228,2 juta, sekaligus menjaga daya saing perusahaan di tengah kondisi pasar yang menantang.

Sejalan dengan kinerja operasional yang stabil, laba bersih PT Vale tercatat US$76,1 juta, meningkat 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan kombinasi antara volume produksi yang lebih kuat, efisiensi biaya, serta strategi bisnis yang adaptif terhadap perubahan pasar global.

Di sisi lain, Perseroan juga tetap agresif dalam investasi jangka panjang dengan belanja modal mencapai US$485,9 juta, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga akhir 2025, posisi kas tercatat US$376,3 juta, memberikan ruang yang kuat untuk mendukung pengembangan proyek strategis ke depan.

Tahun 2025 juga menjadi periode penting bagi PT Vale dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk gangguan operasional di awal tahun dan insiden kebocoran pipa minyak pada Agustus.

Namun, perusahaan mampu menunjukkan respons yang tangguh dengan tetap menjaga integritas operasional serta komitmen terhadap keselamatan dan lingkungan.

Dalam aspek keberlanjutan, PT Vale mencatat kemajuan signifikan melalui peningkatan kinerja ESG. Hal ini tercermin dari peringkat risiko Sustainalytics yang membaik menjadi 23,7, menempatkan Perseroan sebagai salah satu perusahaan pertambangan dengan performa terbaik di Indonesia dan kompetitif secara global.

Memasuki 2026, PT Vale terus mempercepat pengembangan proyek strategis, termasuk proyek tambang dan fasilitas hilirisasi di Pomalaa yang telah mencapai sekitar 60 persen.

Proyek HPAL juga menunjukkan progres konstruksi sekitar 50 persen dan ditargetkan mencapai tahap penyelesaian mekanis pertama pada triwulan III 2026.

Dengan kombinasi kinerja operasional yang solid, disiplin keuangan, serta fokus pada keberlanjutan, PT Vale optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat posisinya dalam industri nikel global yang semakin kompetitif.

Comment