MEDIAWARTA, PANGKEP — Tim SAR gabungan terus melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi pesawat yang mengalami kecelakaan di kawasan perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, tepatnya di wilayah Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026) pagi.
Memasuki hari kedua pencarian, tim telah melakukan sejumlah langkah strategis sejak pagi hari. Pada pukul 06.30 WITA, tim Advance Jungle Unit (AJU) diberangkatkan lebih awal dengan membawa drone serta peralatan evakuasi, guna melakukan asesmen medan dan mempercepat pencarian dari jalur darat.
Pada waktu yang hampir bersamaan, helikopter dari Pangkalan Udara TNI AL (Lanut) juga diterbangkan menuju lokasi kejadian untuk pemantauan dari udara.
Kasih Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan Mengatakan, hasil pemantauan udara mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Pada pukul 07.46 WITA, kru helikopter melaporkan telah melihat serpihan kecil pesawat berupa bagian jendela (window) di area lereng. Selang tiga menit kemudian, tepatnya pukul 07.49 WITA, tim kembali menerima laporan visual adanya temuan besar yang diduga kuat sebagai badan pesawat dan bagian ekor.
“Posisinya berada di lereng bagian selatan, di bawah lereng. Kalau dilihat dari puncak, lokasinya berada di sisi utara,” ujarnya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, tim AJU yang telah bergerak lebih dulu langsung diarahkan menuju titik badan pesawat. Namun, proses menuju lokasi tidak mudah. Akses menuju titik temuan sangat terjal, sehingga tim harus melakukan perhitungan matang terkait keselamatan personel.
“Saat ini tim masih sementara berupaya turun ke lokasi. Medannya cukup ekstrem, jadi faktor safety menjadi prioritas utama,” jelas Sultan.
Selain kondisi medan, kabut tebal juga menjadi kendala serius yang membatasi jarak pandang, baik dari udara maupun darat. Meski demikian, tim memastikan bahwa badan pesawat dan ekor sudah terlihat secara visual, dan berada di sekitar Pos 9 jalur pendakian Bulusaraung.
“Yang kemarin ditemukan serpihan-serpihan kecil seperti kertas dan potongan ringan, sementara hari ini sudah terlihat badan dan ekornya,” tambahnya.
Terkait rencana evakuasi, tim SAR telah menyiapkan skema jalur yang paling memungkinkan. Evakuasi direncanakan tetap menggunakan jalur pendakian, meski jaraknya lebih jauh, demi menghindari risiko di jalur yang lebih dekat namun sangat curam.
“Jalur sebenarnya ada yang lebih dekat, tapi terlalu terjal. Jadi kita pilih jalur yang lebih aman,” ungkapnya.
Dalam operasi ini, kekuatan personel cukup besar. Tercatat sekitar 400 hingga 500 personel gabungan dari berbagai unsur disiagakan untuk membantu proses pencarian dan evakuasi, baik dari unsur SAR, TNI, Polri, BPBD, maupun relawan.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung, dengan fokus pada pengamanan lokasi temuan utama serta penyiapan jalur aman bagi personel. Pihak berwenang kembali mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu informasi resmi dari tim SAR gabungan.

Comment