51 Tahun di Sengkang, Galeri 22 Ekspansi ke Makassar, Bidik Pasar Emas Somba Opu

Toko emas asal Sengkang, Galeri 22, resmi membuka cabang pertamanya di Kota Makassar, tepatnya di Jalan Somba Opu. Foto: Masyudi Firmansyah/Mediawarta

MEDIAWARTA, MAKASSAR – Setelah lebih dari lima dekade membangun reputasi di Sengkang, toko emas legendaris Galeri 22 akhirnya resmi membuka cabang pertamanya di Kota Makassar. Berlokasi di Jalan Somba Opu, kawasan yang dikenal sebagai sentra perdagangan emas, grand opening yang digelar Rabu (18/2/2026) itu menjadi penanda babak baru perjalanan bisnis yang telah dimulai sejak 1975.

Ekspansi ini bukan sekadar pembukaan gerai baru, melainkan tonggak sejarah 51 tahun konsistensi. Dari usaha keluarga di Sengkang, Galeri 22 kini melangkah lebih jauh dengan membawa nama dan standar pelayanan yang telah teruji lintas generasi. Kehadiran cabang Makassar juga disambut hangat oleh kolega bisnis, perwakilan PT Pegadaian Makassar, pemilik toko emas sekitar, jurnalis, hingga influencer lokal.

Sebagai bentuk apresiasi pada hari pertama operasional, 10 pelanggan pertama yang bertransaksi langsung mendapatkan gantungan kunci berbahan emas secara gratis. Antusiasme pengunjung terlihat sejak pagi, menandakan daya tarik brand yang telah lama dikenal, kini hadir lebih dekat dengan pasar ibu kota Sulawesi Selatan.

Owner Galeri 22, Emilia Quadarusman, menyebut pembukaan cabang ini sebagai “pecah telur” setelah 51 tahun bertahan sebagai satu toko di kota asalnya. Menurutnya, Galeri 22 merupakan pengembangan dari usaha yang dirintis orang tuanya di Sengkang.

“Ini cabang pertama kami setelah 51 tahun. Dari dulu memang punya cita-cita membuka cabang. Visi kami ingin menjadi toko emas terkemuka di Indonesia, bukan hanya di Sengkang atau Makassar,” ujar Emilia.

Masuk ke Jalan Somba Opu bukan tanpa perhitungan. Kawasan ini dikenal sebagai “pasar persaingan sempurna” karena deretan toko emas berdiri hampir tanpa jeda. Namun Emilia justru melihatnya sebagai tantangan sekaligus peluang.

Ia menegaskan, Galeri 22 tidak hanya mengandalkan model perhiasan yang mengikuti tren, tetapi juga menawarkan jaminan buyback dengan harga terbaik sebagai nilai tambah. Skema tersebut diharapkan memberi rasa aman bagi konsumen yang membeli emas bukan hanya sebagai aksesori, tetapi juga instrumen investasi.

Sebelum membuka gerai fisik, Galeri 22 telah lebih dulu menggarap pasar Makassar secara daring selama enam hingga tujuh tahun terakhir. Partisipasi rutin dalam berbagai pameran, termasuk Royal Wedding Fair di Upper Hills Makassar, memperkuat basis pelanggan. Respons positif inilah yang mendorong manajemen untuk menghadirkan toko fisik agar lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan konsumen.

Memasuki momentum Ramadan dan Idulfitri 2026, Galeri 22 membawa program “Undian Ramadan” yang telah tiga tahun berjalan di Sengkang. Setiap pembelian minimal 5 gram emas akan mendapatkan satu kupon undian (berlaku kelipatan), dengan pengundian dijadwalkan H-3 sebelum Lebaran. Hadiah yang disiapkan mulai dari produk elektronik hingga perlengkapan rumah tangga.

Untuk produk logam mulia, Emilia mengakui ketersediaan emas batangan tertentu seperti Antam masih terbatas di pasaran. Namun Galeri 22 membuka sistem pre-order untuk merek seperti UBS dan Hartadinata, sembari memastikan stok perhiasan terbaru tetap tersedia. Selain itu, kerja sama dengan Pegadaian memungkinkan pelanggan memanfaatkan skema cicilan, sehingga dapat mengunci harga di awal dan mengantisipasi fluktuasi harga emas.

Dengan kehadiran di Makassar, Galeri 22 optimistis mampu memperluas pangsa pasar sekaligus memperkuat posisinya di industri emas Sulawesi Selatan. Lebih dari sekadar tempat membeli perhiasan, Emilia ingin Galeri 22 menjadi ruang di mana emas tidak hanya bernilai investasi, tetapi juga menyimpan makna emosional bagi setiap pelanggan yang datang.

Comment