PMI Makassar Tutup Gerai Ramadan, Donasi Darah Tembus 2.106 Kantong

MEDIAWARTA, MAKASSAR – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar melalui Unit Transfusi Darah (UTD) resmi menutup gerai donor darah Ramadan di Almarkas Al Islami, Selasa malam. Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan kemanusiaan yang berhasil menghimpun ribuan kantong darah selama bulan suci.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ilham Arief Sirajuddin, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Fauzi Andi Wawo, serta Ketua PMI Makassar Syamsu Rizal MI bersama jajaran pengurus dan relawan. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap gerakan kemanusiaan yang konsisten dilakukan PMI.

Ketua PMI Makassar, Syamsu Rizal atau yang akrab disapa Deng Ical, mengungkapkan bahwa gerai Almarkas Al Islami mencatatkan capaian 706 kantong darah, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 594 kantong. Sementara secara keseluruhan selama Ramadan, PMI Makassar berhasil mengumpulkan 2.106 kantong darah dari berbagai titik layanan.

“Donasi ini berasal dari mobile unit yang kami operasikan di berbagai tempat ibadah, mulai dari masjid, gereja, klenteng hingga vihara. Ini menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat lintas komunitas,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebutuhan darah selama Ramadan mengalami peningkatan signifikan. Rata-rata kebutuhan harian mencapai 100 kantong, bahkan dalam sepekan terakhir melonjak hingga 150 kantong per hari, seiring tingginya kebutuhan medis di rumah sakit, khususnya untuk tindakan operasi.

Selain capaian tersebut, PMI Makassar juga memastikan kualitas layanan tetap terjaga.

Deng Ical menyebut pihaknya kembali lulus akreditasi dari Badan POM serta masih dipercaya sebagai koordinator Regional V Sulawesi untuk wilayah Indonesia Timur dalam pengendalian mutu darah.

“Stok darah saat ini aman dan tidak mengalami kelangkaan,” tegasnya, Selasa (17/3/2026).

Sementara itu, Ilham Arief Sirajuddin yang menutup kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi PMI Makassar. Ia menilai capaian lebih dari 2.000 kantong darah selama Ramadan merupakan prestasi luar biasa yang tidak lepas dari peran relawan dan pengurus.

“Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ladang ibadah. Setetes darah yang didonorkan menjadi amal jariyah yang sangat berarti bagi sesama,” ujarnya.

IAS juga mendorong PMI Makassar untuk terus memperluas edukasi donor darah, khususnya kepada generasi muda melalui Palang Merah Remaja (PMR). Menurutnya, potensi Makassar sebagai penopang kebutuhan darah di Indonesia Timur sangat besar, mengingat sebagian besar distribusi darah juga melayani daerah di luar kota.

Dengan capaian ini, PMI Makassar tidak hanya berhasil melampaui target, tetapi juga memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan di kawasan timur Indonesia.

Comment