HUT ke-53 Bosowa Corporindo, Perayaan Sarat Makna di Bulan Ramadan

Foto: Masyudi Firmansyah/Mediawarta

MEDIAWARTA, MAKASSAR — Konferensi pers peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Bosowa Corporindo digelar di Hotel Aryaduta Makassar, Kamis (19/2/2026).

Tahun ini, perayaan mengusung tema “Bersyukur, Berbagi dalam Keberkahan”, selaras dengan momentum Ramadan yang bertepatan dengan hari jadi perusahaan.

Ketua Panitia HUT ke-53, Dirjo Santoso, menjelaskan tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan refleksi dari tujuan awal berdirinya Bosowa sejak 1973. Perusahaan yang didirikan oleh HM Aksa Mahmud itu, kata dia, sejak awal membawa semangat menghadirkan manfaat dari Timur Indonesia bagi masyarakat luas.

“Perayaan ini bukan hanya seremoni internal, tetapi ruang kolaborasi untuk memberi dampak lebih besar,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak awal Februari melalui Olimpiade Bosowa atau Porsi Bosowa yang melibatkan karyawan dan berbagai unit bisnis. Beragam kompetisi seperti padel, futsal, bulu tangkis, e-sport, hingga lomba video kreatif menjadi ajang mempererat solidaritas antarunit usaha.

Kegiatan serupa juga digelar di Jakarta, menandai keterlibatan lintas wilayah dalam semangat kebersamaan.

Aspek berbagi menjadi sorotan utama tahun ini. Bosowa menggelar donor darah di Jakarta dan Makassar, serta aksi sosial bersih-bersih 10 masjid di sejumlah kecamatan di Kota Makassar bersama unit bisnis dan Bosowa Peduli.

Selain itu, Pasar Murah Ramadan di Gedung Lestari 45 dihadirkan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Puncak peringatan HUT akan berlangsung pada 22 Februari 2026 melalui kegiatan tudang sipulung dan buka puasa bersama di Universitas Bosowa.

CEO Bosowa Corporindo, Subhan Aksa, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan.

“Kami tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga ingin memastikan kehadiran Bosowa memberi nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” katanya.

Di usia ke-53, Bosowa meneguhkan langkah untuk tetap relevan, adaptif, dan berdampak bagi Indonesia Timur.

Comment