SERAMBI 2026: BI Sulsel Siapkan 26 Ribu Paket Uang Baru, Permintaan Naik Jadi Rp4,5 Triliun

MEDIAWARTA, MAKASSAR — Tradisi berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) kembali menjadi denyut Ramadan di Sulawesi Selatan. Untuk memastikan kebutuhan uang layak edar terpenuhi, Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026, Kamis (19/2/2026) .

Program tahunan ini bukan sekadar layanan penukaran uang baru, melainkan bagian dari upaya menjaga tradisi berbagi di bulan penuh berkah.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi bersama Kepala Perwakilan BI Sulsel Rizki E. Wimanda. Turut hadir unsur perbankan, tokoh agama, serta pengurus masjid.

Dalam sambutannya, Fatmawati menyampaikan apresiasi atas konsistensi BI menghadirkan layanan penukaran uang yang merata hingga ke daerah dan kepulauan.

Tahun ini, BI Sulsel menyiapkan 26.143 paket penukaran uang baru di 120 titik layanan, melonjak 61 persen dibanding realisasi tahun lalu. Kenaikan tersebut sejalan dengan proyeksi kebutuhan uang kartal Ramadan 2026 yang meningkat 5 persen secara tahunan menjadi Rp4,5 triliun. Pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat disebut menjadi faktor utama melonjaknya permintaan uang tunai menjelang Idulfitri.

Layanan penukaran dibagi dalam beberapa skema, mulai dari sinergi perbankan di 70 loket, layanan ritel di 10 masjid, hingga layanan terpadu di sejumlah kota/kabupaten. Ada pula layanan tematik “Serambi Phinisi” yang menyasar wilayah kepulauan seperti Pulau Tanakeke, Lae Lae, dan Barang Lompo. Masyarakat dapat menukar uang maksimal Rp5,3 juta per orang, serta kesempatan memperoleh Uang Rupiah Khusus pecahan Rp75.000 hingga 200 lembar melalui pemesanan aplikasi PINTAR.

Selain memastikan ketersediaan uang layak edar, BI Sulsel mengingatkan pentingnya merawat rupiah dengan prinsip 5J serta mengenali keaslian uang melalui metode 3D: dilihat, diraba, diterawang. “Rupiah bukan sekadar alat transaksi, tetapi simbol kedaulatan negara yang harus dijaga bersama,” tegas Rizki.

SERAMBI 2026 pun menjadi bukti bahwa kehadiran rupiah di bulan Ramadan bukan hanya soal nilai nominal, melainkan makna kebersamaan dan keberkahan.

Comment