Ahok Sebut Makassar Kota Investasi Terbaik di Indonesia

MEDIAWARTA.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok, menyebut Kota Makassar sebagai kota investasi terbaik atau “the best investment city”. Hal ini diungkapkannya saat diskusi panel pada 2nd Annual Indonesia Infrastructure Finance Conference di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (25/5/2016).

“Makassar adalah satu kota di Indonesia sebagai the best investment city,” ungkapnya dalam pembukaan kegiatan tersebut.

Ahok mengatakan Kota Makassar telah menerapkan Makassar Public Private Partnership yang dapat meningkatkan kedatangan para investor untuk berinvestasi di daerah itu.

Berbeda Jakarta, sebut Ahok, segala kebijakan yang diambilnya dengan pelibatan investor hingga reklamasi Jakarta, justru dituding tidak prorakyat oleh lawan-lawan politiknya. Kehawatirannya, hal ini berimplikasi tidak nyamannya investor di ibu kota negara yang dipimpinnya itu sehingga enggan berinvestasi.

Sejumlah investor delegasi negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, Tiongkok, Belgia, Singapura, Hongkong, Malaysia, dan Thailand juga hadir dalam agenda yang berlangsung hingga esok, Kamis (26/5/2016).

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto sendiri merupakan narasumber yang berpanel dengan Edward Gustely, Managing Director Penida Capital Advisor, Harold Tjiptdjaja, Director and Chief Investment Officer-Domestic Client, PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF), dan dimoderatori Bernardus Djonoputro.

Pada kesempatan yang sama, Ramdhan memaparkan berbagai keunggulan-keunggulan Makassar terhadap dunia investasi. Ia menjelaskan, posisi strategis Makassar baik secara nasional maupun dari sudut pandang internasional yang merupakan hub perdagangan karena berada persis di titik pusat negara Indonesia.

Selain itu, konsep partisipasi publik yang sangat tinggi di kota yang dinahkodainya ini, diyakininya dapat menguatkan ketahanan ekonomi daerah yang berimplikasi pada ketahanan ekonomi nasional.

Meski demikian, wali kota berlatar belakang arsitek ini mengakui masih terdapat sejumlah program strategis Makassar yang menantikan sentuhan investor.

“Beberapa program Makassar saat ini memang masih membutuhkan campur tangan investor dalam meninggkatkan supra dan infrastruktur kami. Inilah yang akan kami kerjakan secara maksimal ke depan. Tentu, dengan pelibatan investor di dalamnya guna mewujudkan Makassar dua kali tambah baik,” imbuh Ramdhan.

Novianti/Foto: Istimewa

Comment