Ini Alasan Film Porno Disebut Blue Film

MEDIAWARTA.COM – Selama ini, istilah Blue Film (BF) yang ditujukan untuk menyebut film porno, sudah tidak asing bagi kebanyakan orang. Tetapi, hanya sedikit yang mengetahui mengapa film porno disebut Blue Film.

Sebenarnya, banyak versi sumber penyebutan Blue Film. Tetapi yang paling sering dianggap benar adalah versi dari istilah “Blue Law”, yaitu hukum yang diterapkan kaum puritan (kaum agama beraliran keras) di beberapa negara bagian Amerika Serikat (AS).

Blue Law diberlakukan bagi orang-orang yang melakukan hal-hal di luar normatif dan bertentangan dengan agama, seperti mengonsumsi minuman beralkohol, narkoba, seks bebas, serta melakukan hal-hal tidak terpuji lainnya.

Hukum ini diberlakukan sejak abad ke-17 oleh Reverend Samuel Peters (1735-1826) di Conneticut. Dasar hukumnya dituangkan dalam bukunya yang berjudul General History of Conneticut (1781).

Lalu, mengapa Reverend Peters memakai “Blue”, bukan warna lain? Sebuah versi mengatakan, saat buku Reverend Peters dirilis, sampul bukunya menggunakan warna biru. Sejak saat itu, peraturan dan hukum yang dituang dalam buku Reverend Peters dikenal dengan sebutan “Blue Laws”.

Sehingga, hal-hal yang berbau tabu, dosa, dekadensi moral, dan lain-lain dikonotasikan warna biru (blue), termasuk Blue Film.

Nisa Nasifah/Foto: Istimewa

Komentar

Check Also

MCC GOWES DI HARI KEMERDEKAAN RI

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – Dalam memaknai hari kemerdekaan RI ke 75, 75 orang anggota Makassar cycling …

Share This
Mediawarta