Jangan Tiup Makanan Panas, Ini Penjelasan Ilmiahnya

MEDIAWARTA.COM – Penyebab larangan meniup makanan yang pertama ini sangat berhubungan erat dengan sebuah zat kimia yang disebut asam karbonat. Asam karbonat atau H2C03 adalah senyawa kimia yang sebenarnya sudah ada dalam tubuh manusia.

Senyawa kimia ini berfungsi untuk mengatur kadar keasaman darah. Semakin tinggi kandungan asam karbonat dalam darah, maka akan semakin asam darah. Secara normal, darah memiliki batasan kadar keasaman atau Ph, 7,35-7,45.

Jika kadar keasaman ini lebih tinggi dari Ph normal, maka tubuh dapat berada dalam kondisi asidosis. Kondisi asidosis cukup berbahaya bagi tubuh yang dapat menyebabkan gangguan jantung, ditandai napas menjadi lebih cepat, sesak, dan pusing lantaran tubuh berusaha menyeimbangkan kadar ph darah.

Lantas, apa hubungannya dengan meniup makanan panas? Penjelasannya, apabila seseorang bernapas atau meniupkan napasnya, maka ia akan mengeluarkan senyawa kimia C02 atau karbondioksida.

Karbondioksida ini pada dasarnya tidak boleh bersentuhan dengan air, karena jika bersentuhan dengan air yang memiliki susunan kimia H20, akan membentuk senyawa asam karbonat yang berbahaya bagi tubuh.

Meskipun banyak yang mengatakan, asam karbonat yang dihasilkan dari hasil tiupan terhadap makanan dan minuman, memiliki pengaruh yang sangat kecil pada kesehatan tubuh, bukankah lebih baik kalau kita berusaha menghindarinya? Mencegah tentu lebih baik ketimbang mengobati bukan?

Sumber: kumpulanmisteri.com/Foto: Istimewa

Komentar

Check Also

RS Siloam Makassar Hadirkan Test Swab Dengan Hasilnya Tidak Pakai Lama

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – Pemeriksaan swab untuk mendeteksi penyebaran Covid-19 dalam tubuh, beberapa waktu lalu sempat …

Share This
Mediawarta