Sahur yang Benar agar Tidak Cepat Lemas ketika Puasa

MEDIAWARTA.COM – Puasa bukanlah alasan untuk bermalas-malasan atau menghentikan aktivitas sehari-hari. Salah satu asalan kenapa ada merasa malas melakukan aktivitas siang hari saat Ramadan adalah karena tubuh merasa lemas.

Sahur merupakan salah satu penentu apakah Anda akan merasa lemas atau tidak di siang hari saat puasa Ramadan. Oleh karena itu, agar tetap segar selama puasa, sahur yang benar sangat bermanfaat untuk Anda.

Agar tidak merasa lemas saat puasa, makanlah dengan porsi normal. Jangan makan sahur dengan porsi yang lebih banyak dari porsi makan yang biasanya Anda makan. Karena jika lebih banyak, justru akan membuat perut kekenyangan dan merasa tidak nyaman.

Selain itu, makanan yang masuk ke tubuh dalam jumlah yang berlebihan bisa menyebabkan tubuh lebih cepat mengalami dehidrasi. Kendati demikian, makan dengan porsi yang terlalu sedikit juga tidak baik, karena bisa mengurangi energi dalam tubuh dan menyebabkan tubuh menjadi lebih cepat lemas.

Makanlah makanan berkarbohidrat kompleks. Saat sahur, perbanyaklah untuk mengonsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum utuh, roti gandum, biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran. Oleh tubuh, karbohidrat kompleks akan dicerna lebih lama, sehingga mampu menghasilkan cadangan energi yang lama serta memperlambat sistem pencernaan. Dengan demikian, perut pun akan merasa kenyang lebih lama.

Selain itu, karbohidrat kompleks juga bisa mencegah dehidrasi karena fungsinya yang mampu membantu tubuh menyerap air lebih efisien. Makan juga jangan terburu-buru. Mengunyah makanan terlalu cepat akan membuat kadar gula dalam darah terganggu, sehingga beberapa jam saja setelah sahur, perut sudah akan merasa lapar.

Pasalnya, tubuh akan bekerja lebih keras untuk menyerap nutrisi makanan pada saat kita makan terlalu cepat. Akibatnya, proses penyerapan nutrisi oleh tubuh kurang sempurna sehingga Anda pun akan cepat merasa lemas.

Saat sahur, banyaklah minum air putih. Ketimbang teh atau minuman manis lainnya, air putih jauh lebih baik. Meski minuman manis lebih cepat menghasilkan tambahan energi, namun energi yang dihasilkan juga lebih cepat hilang,sehingga tubuh akan lebih mudah menjadi lemas.

Minum minuman manis lebih disarankan untuk dikonsumsi ketika buka puasa, karena untuk menggantikan energi yang hilang dalam waktu yang cepat. Selain itu, konsumsilah buah dan sayur yang mengandung banyak air, seperti semangka dan timun. Jangan minum kopi dan teh secara berlebihan karena minuman tersebut bisa menyebabkan tubuh kekurangan cairan.

Komentar

Check Also

Halodoc Sediakan Akses Layanan Telekonsultasi Gratis & Penawaran Spesial Tes COVID-19 Di Hari Kemerdekaan RI

MEDIAWARTA.COM, JAKARTA – Halodoc, perusahaan teknologi penyedia akses layanan kesehatan terlengkap, berupaya membantu pemerintah dalam …

Share This
Mediawarta