SATU Indonesia Awards 2016, Cari Mutiara Penerang Bangsa

MEDIAWARTA.COM, JAKARTA – Seiring semangat Sumpah Pemuda, PT Astra International Tbk mempersembahkan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards  2016 bagi generasi muda yang tidak kenal lelah memberi manfaat bagi masyarakat di Tanah Air.

Program SATU Indonesia Awards 2016 kembali mencari anak-anak muda di seluruh pelosok Nusantara yang memiliki program pemberdayaan dan penggerak masyarakat sekitarnya.

Dalam keterangan pers-nya di Black Canyon Mall Ratu Indah, Jumat (3/6/2016), Koordinator Astra Group Wilayah Makassar, Suhardi, mengatakan, ada tujuh alasan mengapa Astra kembali mengadakan program inspiratif ini.

Di antaranya, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk peduli terhadap pemuda yang telah berkontribusi di bidang pendidikan, lingkungan, UKM, kesehatan, dan teknologi.

Menyebarkan virus positif untuk generasi muda lainnya agar melakukan hal yang sama. Membangun optimisme Indonesia dapat maju melalui tangan generasi muda. Melestarikan budaya gotong royong yang merupakan warisan leluhur Indonesia.

Alasan lainnya, ungkap Hardi, masih banyak pemuda di Nusantara yang memiliki program pemberdayaan dan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya, tetapi belum terjangkau program ini. Padahal, program merupakan penyebar semangat untuk generasi muda Indonesia dalam upaya membangun bangsa.  Selain itu, juga memberikan apresiasi kepada mutiara bangsa yang bekerja tanpa pamrih untuk memajukan masyarakat sekitarnya.

Untuk itu, Astra berharap, dapat kembali menemukan anak muda bangsa yang memiliki semangat sama dengan Astra untuk senantiasa berkarya dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. Ini terutama di bidang pendidikan, lingkungan, wirausaha, kesehatan dan teknologi, sebagai kandidat penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2016 menyusul 32 pemuda yang telah terpilih sebelumnya.

Kegiatan yang dapat didaftarkan dalam program ini adalah aktivitas yang dapat membantu dan mengusahakan orang lain untuk bisa menjadi mandiri, dengan memberikan solusi, cara atau alat, bukan sekadar memberikan sumbangan atau donasi yang berdampak sementara.

Akan tetapi, yang lebih penting adalah dapat memberikan pelatihan keterampilan terhadap sekelompok orang, komunitas, atau masyarakat yang kurang beruntung, sehingga mereka memiliki keahlian dan dapat hidup mandiri.

Haykel Iswandi/Foto: Arfah Aksa

Comment