Tips Sehat di Pengujung Ramadan

MEDIAWARTA.COM – Sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan waktu yang sangat penting bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah Puasa. Pasalnya, mereka semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya, karena pada hari-hari terakhir tersebut Allah SWT telah menjanjikan turunnya “Lailatul Qadar”. Jika seorang hamba melakukan ibadah pada saat itu, nilai pahalanya setara ibadah 1.000 bulan.

Kendati demikian, bukan berarti pola makan harus berubah. Sepadat apapun aktivitas ibadah yang dilakukan, tetap harus memperhatikan pola makan sehat agar ibadah bisa berjalan baik, serta dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga dengan kondisi tubuh prima.

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan jelang Ramadan berakhir.

Jangan Lewatkan Makan Sahur

Makan sahur bukan saja karena Sunnah Rasul, akan tetapi juga penting untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh selama mejalani puasa. Konsumsilah makanan yang lengkap pada saat sahur yang terdiri atas makanan pokok, sayur, lauk hewani, lauk nabati, serta buah-buahan.

umlah makanan pokok yang anda konsumsi paling tidak 100 gram Nasi (dua sendok rice cooker), sayur 100 gram (satu mangkuk), Ikan 50 gram (satu potong), tempe atau tahu 50 gram (satu potong), buah 75-100 gram (satu potong) serta air putih paling tidak dua atau tiga gelas. Sebaiknya, membatasi asupan teh dan kopi pada saat sahur karena kedua minuman tersebut bersifat deuretik atau merangsang pengeluaran cairan tubuh melalui urin.

Lakukan Aktivitas Wajar Siang hingga Sore Hari

Selama menjalani ibadah puasa mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, menjalani aktivitas sewajarnya, hindari paparan sinar matahari yang berlebih serta tidur yang berkepanjangan. Bagi yang memutuskan Iktikaf, ada baiknya menghabiskan waktu dengan membaca Alquran, mendengarkan kajian, berdiskusi serta aktivitas lainnya yang bernilai ibadah, jangan menghabiskan waktu tidur berkepanjangan karena dapat menguras banyak energi tubuh.

Berbukalah Dengan Air Hangat dan Buah

Suhu tubuh seseorang pada saat berpuasa akan berkurang, sehingga dianjurkan mengawali berbuka puasa dengan air hangat. Ini agar suhu tubuh bisa beradaptasi dengan baik. Sebaiknya makanan yang dikonsumsi saat berbuka buah, karena mengandung fruktosa dan air yang dibutuhkan tubuh.

Anda bisa mengonsumsi kolak, pallubutung, pisang ijo, dan lain-lain tetapi jumlahnya harus dibatas. Kurangi sirup, susu kental manis, dan pemanis lainnya karena mengonsumsi makanan yang terlau manis dalam jumlah besar pada saat berbuka puasa, dapat mempercepat peningkatan kadar glukosa darah.

Makanan lengkap yang terdiri atas makanan pokok, sayur, lauk hewani, lauk nabati serta buah-buahan, sebaiknya dikonsumsi setelah menunaikan salat magrib. Jumlah makanan pokok yang dikonsumsi paling tidak 100 gram Nasi (dua sendok rice cooker), sayur 100 gram (satu mangkok), Ikan 50 gram (satu potong), tempe atau tahu 50 gram (satu potong), buah 75-100 gram (satu potong), serta air putih paling tidak dua-tiga gelas.

Hindari Konsumsi Makanan Berat Setelah Salat Tarawih

Salat Tarawih biasanya selesai dilaksanakan sekitar pukul 09.00 Wib atau pukul 10.00 Wib. Oleh karena itu tidak dianjurkan mengonsumsi makanan berat atau makanan lengkap pada waktu tersebut, karena akan mempengaruhi kualitas tidur serta biasanya melewatkan makan sahur karena sudah merasa kenyang. Jika merasa lapar setelah menunaikan salat Tarawih, cukup mengonsumsi buah yang mengenyangkan seperti pisang, apel, dan lain-lain.

Manji Lala/Foto: Dok Formasirua

Komentar

Check Also

Halodoc Sediakan Akses Layanan Telekonsultasi Gratis & Penawaran Spesial Tes COVID-19 Di Hari Kemerdekaan RI

MEDIAWARTA.COM, JAKARTA – Halodoc, perusahaan teknologi penyedia akses layanan kesehatan terlengkap, berupaya membantu pemerintah dalam …

Share This
Mediawarta