Ini Cara Atasi Badan Melar Usai Lebaran

MEDIAWARTA.COM – Saat Ramadan yang baru berlalu beberapa hari ini, berat badan bisa dikatakan menurun. Namun, jika tidak diiringi kontrol emosi dan pengendalian diri, risiko berat badan meroket pasca Lebaran termasuk tinggi.

Hal tersebut diungkapkan pakar saluran cerna dari RS Cipto Mangunkusumo Universitas Indonesia (RSCM-UI), dr Ari Fahrial Syam, seperti dikutip dari detikhealth.com, Jumat (8/7/2016).

Pasalnya, ia sudah membuktikan melalui penelitian, berat badan memang akan berkurang saat minggu keempat puasa. Akan tetapi, risiko naik setelah Lebaran tetap besar, bahkan bisa lebih (berat badannya) dari sebelum puasa.

Untuk menghindari hal tersebut, terangkum empat cara yang dapat mencegah badan melar seusai Lebaran, di antaranya cukup minum, banyak makan buah, hindari diet ketat, dan sadari lapar mata..

Ahli gizi lulusan University of Sydney, Australia, dan pengasuh Klinik Gizi Keluarga, Leona Victoria Djajadi, mengungkapkan, cara paling mudah agar badan tak kembali melar usai puasa adalah dengan membuat lambung menjadi sedikit terisi. Triknya murah dan mudah, hanya minum air putih sebelum makan.

“Sering-seringlah minum air atau teh karena mungkin saja sinyal haus disalahartikan sebagai sinyal lapar. Bisa juga dengan minum segelas air putih sebelum mulai makan,” tutur wanita yang akrab disapa Victoria ini.

Victoria menambahkan, buah dapat menjadi salah satu cara agar nafsu makan tidak berlebihan. Buah utuh yang dipotong mempunyai serat tinggi dan sifat netral atau tidak mengandung glukosa yang berlebihan.

“Sangat disarankan untuk makan dulu misalnya dua porsi buah utuh, baru menyantap menu utama,” pesannya.

Diet terlalu ketat di bulan puasa, menurut Victoria hanya akan menimbulkan nafsu balas dendam saat Lebaran dan setelahnya. Pasalnya, emosional eating yang terpendam ketika puasa bisa saja menjadi lepas kendali karena melihat banyaknya makanan yang tersedia.

“Menu favorit seringkali menjadi godaan ketika Lebaran, opor, rendang, hingga sayur tahu dan ketupat menjadi penyebab terbesar berat badan kembali naik usai puasa,” ungkapnya.

Untuk itu, Victoria menyarankan untuk memberikan jeda minimal satu jam dari makan sepiring nasi ke piring nasi berikutnya, untuk mengetahui apakah rasa lapar karena tubuh kekurangan energi atau hanya lapar mata.

Novianti/Foto: Istimewa

Komentar

Check Also

Halodoc Sediakan Akses Layanan Telekonsultasi Gratis & Penawaran Spesial Tes COVID-19 Di Hari Kemerdekaan RI

MEDIAWARTA.COM, JAKARTA – Halodoc, perusahaan teknologi penyedia akses layanan kesehatan terlengkap, berupaya membantu pemerintah dalam …

Share This
Mediawarta