Foto: Dok MediaWarta.com

Efek amnesti pajak, bunga KPR nonsubsidi BTN bisa di bawah 10 persen

MEDIAWARTA.COM, JAKARTA – Efek amnesti pajak, bunga KPR nonsubsidi BTN bisa di bawah 10 persen. Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) meyakini bunga kredit komersial dan kredit pemilikan rumah (KPR) nonsubsidi dapat turun ke satu digit. Bahkan, manajemen BTN sudah menargetkan penurunan ini paling lambat terjadi pada Oktober 2016.

Seperti dikutip dari Kontan, Selasa (26/7/2016), penurunan suku bunga ini lantaran efektifnya transmisi kebijakan moneter yang akan diubah menjadi 7-Day Reverse Repo Rate pada Agustus 2016. Berlimpahnya likuiditas pada sisa tahun karena kebijakan amnesti pajak juga mendorong penurunan suku bunga kredit.

“Target kami Oktober, atau malah bisa lebih cepat dari Oktober,” terang Direktur Utama BTN Maryono di Jakarta, Senin (25/7/2016) kemarin.

Maryono mengatakan, bunga KPR yang akan diturunkan pada Oktober 2016 merupakan bunga untuk kredit nonsubsidi. Saat ini, bunga nonpromo atau nonsubsidi BTN di kisaran 10,5 persen hingga 11 persen. Sementara, untuk bunga KPR subsidi sudah sebesar satu digit atau sekitar lima persen, karena difasilitasi pemerintah sebagai bagian program satu juta rumah.

Penurunan bunga kredit itu juga jika pemberlakuan 7-Day Reverse Repo Rate atau suku bunga transaksi penjualan SUN antara BI dan bank bertenor tujuh hari sebagai suku bunga acuan efektif berlaku pada 19 Agustus 2016.

Dengan begitu, sebut Maryono, kebijakan pembatasan (capping) bunga deposito bank BUKU III dan BUKU IV juga akan mengalami perubahan acuan dari BI Rate menjadi 7-Day Reverse Repo Rate. BI Rate berada di 6,5 persen saat ini, sementara 7-Day Reverse Repo Rate jauh lebih rendah sebesar 5,25 persen.

Jika acuan pembatasan (capping) bunga deposito bank Buku III dan Buku IV berubah menjadi 7-Day Reverse Repo Rate maka suku bunga deposito akan turun lebih cepat. “Oleh karena itu, cost if fund (biaya dana) akan lebih murah. Sehingga, bank memiliki ruang lebih luas untuk menurunkan bunga kredit,” paparnya.

Selain itu, dengan adanya dana repatriasi dari amnesti pajak, BTN optimis akan mendapat limpahan likuiditas minimal Rp 50 triliun. Dengan banyaknya likuiditas tersebut, BTN seharusnya dapat bergerak lebih cepat menyalurkan kredit. BTN menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 19 persen hingga 20 persen pada akhir 2016.

Komentar

Check Also

Indosat Ooredoo Topang Pembelajaran Jarak Jauh Hingga Di Daerah Terpencil

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – Belajar jarak jauh tak bisa dilepaskan dari dukungan teknologi dan konektivitas. Kebutuhan …

Share This
Mediawarta