Wakil Wali Kota Makassar dan Kementerian Kemaritiman bahas pembangunan sarana pendukung kelautan

MEDIAWARTA.COM, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar dan Kementerian Kemaritiman bahas pembangunan sarana pendukung kelautan. Pembahasan terkait pemenhan pasokan daya listrik sebagai bagian dari sarana dan prasarana pendukung produksi kelautan dan perikanan lingkup wilayah regional Sulawesi.

Unruk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama Deputi Bidang Sumber Daya dan Jasa Kementerian Kemaritiman RI, menggelar rapat koordinasi untuk membahas hal tersebut di Hotel Aryaduta, Kamis (20/7/2016).

Pemkot Makassar yang diwakili Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal dan Deputi Bidang Sumber Daya dan Jasa Kementerian Kemaritiman RI Agung Kuswandono, membahas pemenuhan terkait pasokan listrik khususnya untuk mendukung produksi kelautan dan perikanan.

Kuswandono memaparkan pentingnya pembahasan penyediaan pasokan listrik bagi nelayan. Pasalnya, sumber daya alam seperti produksi kelautan di wilayah Indonesia sangat luar biasa. Namun untuk pemberdayaan pada second step, disadari belum maksimal.

“Saat ini nelayan belum memiliki kastorik, alat penyimpanan ikan agar dapat lebih awet. Kastorik diperlukan agar tangkapan ikan nelayan dapat dikelola dengan baik. Bukan hanya ditangkap dan segera dijual ke kapal asing di tengah laut,” bebernya.

Menurutnya, permasalahan tersebut terlihat sederhana namun memberikan efek signifikan untuk kesejahteraan nelayan, sehingga dibutuhkan koordinasi mulai dari pusat hingga ke daerah guna membangun industri kelautan di Indonesia.

Sementara itu, Rizal mengungkapkan pentingnya strategi pengelolaan sumber daya alam laut yang melimpah, apalagi wilayah Makassar 70 persen terdiri dari laut.

“Makassar dulunya terkenal sebagai pemasok nelayan, tetapi saat ini sudah memudar. Ini terlihat dari jumlah penduduk Makassar yang bermata pencarian di bidang kelautan hanya sekitar sembilan persen. Kalau dilihat kekurangan itu, inilah yang ingin kami kembangkan kembali,” imbuhnya.

Menurut Rizal, hal yang patut diperhatikan adalah pembangunan depo bahan bakar di pulau-pulau, sehingga memudahkan nelayan mendapatkan bahan bakar.

Rakor dilanjutkan peninjauan untuk mengenalkan konverter kit kepada nelayan agar dapat diterapkan. Konverter kit merupakan hasil karya anak bangsa dan telah di produksi secara nasional, agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pengalihan penggunaan bahan bakar minyak ke bahan bakar gas yang mampu memberikan efisiensi biaya.

Novianti/Foto: Humas Pemkot Makassar

Komentar

Check Also

Akademisi: Debat Pertama Tuntas, DILAN Pilihan Paling Pas

MEDIAWARTA.COM, JAKARTA – Empat pasangan calon (paslon) telah memaparkan visi misi dan program pada acara …

Share This
Mediawarta