Foto: Istimewa

Tetap Berolahraga Meskipun Sedang Menstruasi

MEDIAWARTA.COM – Bagi wanita yang sedang datang bulan atau menstruasi, tentu sering mengalami berbagai masalah seperti otot-otot sakit, lelah, mudah mengantuk, dan perut kram.

Dalam kondisi seperti ini, jangankan berolahraga, untuk bergerak saja rasanya tidak memiliki tenaga. Bila memilih bermalas-malasan ketika datang bulan, itu salah. Justru, sebaiknya tetap aktif dan berolahraga karena dengan menggerakkan anggota tubuh, gejala-gejala tidak nyaman tersebut bisa hilang berganti dengan perasaan semangat dan tubuh yang lebih tahan lelah.

Akan tetapi, pilihlah jenis olahraga yang sesuai kondisi tubuh saat menstruasi. Berikut beberapa olahraga ringan atau latihan yang secara ilmiah cocok untuk wanita yang sedang datang bulan.

Dikutip dari readerdigest.co.id, menurut salah seorang instruktur fitnes di New York City, Amanda Young, kardio merupakan olahraga ringan yang dapat dijalan wanita yang sedang menstruasi. “Berjalan, berlari di mesin elliptical trainer, atau mengayuh sepeda statis, dan jenis-jenis olahraga kardio lain mampu menaikkan kadar hormon endorfin. Sehingga, rasa sakit akibat kontraksi rahim akan berkurang,” terangnya belum lama ini.

Sementara itu, spesialis kebidanan dan kandungan di Montefiore Medical Center, Larchmont, New York, Mary Rosser, menambahkan, endorfin juga dapat membantu meringankan sakit kepala dan kram. “Pasalnya, ketika berolahraga kardio, aliran darah meningkat termasuk ke area yang sakit, inilah yang meredakan rasa tak nyaman tersebut,” ulasnya.

Wanita yang datang bulan juga dapat latihan atau high intensity interval training (HIIT). “Ini merupakan latihan interval intensitas tinggi yang terbukti lebih efektif melenyapkan lemak saat menstruasi ketimbang di saat-saat lain (normal),” ungkap ahli fisiologis olahraga di USA Cycling Women’s Track Endurance Program dan pendiri Osmo Nutrition, Stacy Sims.

Pasalnya, ketika menstruasi kadar estrogen dan progesteron turun, memungkinkan tubuh lebih mudah mengakses karbohidrat atau glikogen. Dengan kata lain, kalori akan lebih mudah terbakar saat latihan HIIT ketika periode menstruasi.

Selain itu, berdansa adalah cara membakar kalori yang menyenangkan. Ini juga dapat membuat mood seseorang yang berantakan saat periode menstruasi menjadi membaik. Satu jam berdansa Zumba misalnya, dapat membakar hingga 600 kalori.

Strength training atau latihan kekuatan, sebut Amanda, mampu lebih mudah dilakukan ketika wanita sedang datang bulan karena di saat itulah hormon khas wanita (hormon estrogen) turun dengan drastis.

“Tetapi ingat, berlatihlah sesuai kemampuan. Beban yang terlalu berat dapat menekan otot-otot di area perut dan membuat kram bertambah parah,” imbaunya.

Adapun latihan peregangan juga membantu merilekskan otot dan mengurangi kram. “Duduk atau berbaringlah, kemudian arahkan kedua lutut ke arah dada. Jangan lupa bernapas lewat perut agar otot yang kram menjadi rileks dan bagian tengah tubuh terasa hangat. Luruskan kaki ke posisi awal dan ulangi gerakan peregangan ini sebanyak 20-30 kali,” pesan Amanda.

Sementara, berenang juga salah satu latihan yang dianjurkan. Dinginnya air akan membantu wanita merasa lebih rileks sekaligus membakar kelebihan lemak. “Renang juga mampu memperlancar aliran darah di seluruh  tubuh. Namun, jika kram dan nyeri menstruasi yang dirasakan sangat parah, lebih baik tidak berenang. Beristirahatlah di rumah sampai nyeri mereda sebelum melanjutkan sesi latihan lagi,” tutup Amanda.

Komentar

Check Also

Halodoc Sediakan Akses Layanan Telekonsultasi Gratis & Penawaran Spesial Tes COVID-19 Di Hari Kemerdekaan RI

MEDIAWARTA.COM, JAKARTA – Halodoc, perusahaan teknologi penyedia akses layanan kesehatan terlengkap, berupaya membantu pemerintah dalam …

Share This
Mediawarta